JAWA BARAT – Bandung digegerkan oleh penemuan mayat seorang wanita yang terbungkus rapi di dalam sebuah kardus. Kasus yang menggemparkan warga Kota Bandung ini segera ditangani oleh jajaran kepolisian. Berkat gerak cepat petugas, pelaku pembunuhan berinisial SDS (31) berhasil dibekuk kurang dari enam jam setelah penemuan jasad korban. Penangkapan dramatis ini terjadi saat SDS mencoba melarikan diri ke luar pulau, tepatnya menuju Kota Palembang.
Peristiwa mengerikan ini bermula dari laporan masyarakat melalui saluran darurat 110 pada hari Selasa, 1 September 2026 siang. Warga melaporkan adanya sebuah bungkusan kardus mencurigakan di pinggir Jalan Terusan Suryani, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, persis di depan gerbang sebuah pabrik kosong. Kecurigaan warga memuncak karena bungkusan tersebut diduga berisi jenazah manusia.
Menanggapi laporan tersebut, tim dari Polsek setempat dan Inafis Polrestabes Bandung segera meluncur ke lokasi kejadian. Setelah kardus dibuka, dugaan mengerikan itu terbukti benar. Di dalamnya ditemukan sesosok jenazah perempuan yang membuat warga sekitar heboh. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi membenarkan informasi ini saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa malam, 1 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada malam hari ini, kami dari Polrestabes Bandung akan menyampaikan informasi di mana sama-sama kita ketahui tadi siang penemuan mayat dalam kardus, bermula dari pada laporan telepon 110 di mana masyarakat melaporkan adanya kecurigaan bungkusan kardus yang diduga di dalamnya ada jenazah manusia,” kata Kombes Dedi Supriyadi menjelaskan kronologi awal penemuan.
“Dari laporan tersebut polsek dan Inafis datang ke TKP, setelah dibuka didapati jenazah perempuan,” tambahnya.
Setelah melakukan identifikasi awal, pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas korban. Wanita malang tersebut diketahui berinisial M, berusia 41 tahun, dan berasal dari Tanjung Karang, Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kombes Dedi Supriyadi, memberikan titik terang pertama dalam kasus yang sebelumnya diselimuti misteri.
Dalam upaya penyelidikan, Satreskrim Polrestabes Bandung langsung bergerak cepat. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengumpulkan petunjuk. Di antara saksi yang dimintai keterangan adalah warga yang sempat membantu mengangkat kardus mencurigakan tersebut, serta seorang sopir mobil bak daring. Dari keterangan para saksi dan penelusuran tempat kos korban, jejak pelaku mulai tercium.
“Dari hasil keterangan saksi kami menelusuri dari pada tempat kosnya, ada beberapa saksi, ada dua saksi, salah satunya yang bantu ngangkat,” ujar Kombes Dedi Supriyadi, menjelaskan alur penyelidikan yang mengarah pada terduga pelaku.
Berkat kerja keras dan kecepatan tim Satreskrim Polrestabes Bandung, terduga pelaku berinisial SDS (31) berhasil diringkus dalam waktu singkat. Kombes Dedi Supriyadi menegaskan bahwa penangkapan dilakukan kurang dari enam jam setelah jenazah korban ditemukan. Penangkapan ini berlangsung dramatis, karena SDS dibekuk saat sedang dalam perjalanan melarikan diri ke luar pulau Jawa.
“Tersangka kita amankan kurang dari enam jam,” tegas Kombes Dedi.
Ia melanjutkan, “Saat perjalanan menuju Kota Palembang.” Kecepatan penangkapan ini menunjukkan kesigapan aparat dalam mengungkap kejahatan serius.
Saat ini, pelaku SDS telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolrestabes Bandung. Kombes Dedi Supriyadi membenarkan bahwa terduga pelaku telah mengakui perbuatannya sebagai pembunuh M. Namun, mengenai motif di balik pembunuhan keji ini, serta hubungan antara pelaku dan korban, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman.
“Terduga pelaku benar melakukan pembunuhan dan motif masih kita dalami,” ungkap Kombes Dedi.
Demikian pula halnya dengan hubungan antara SDS dan M. “Kita dalami ya,” jawabnya singkat saat ditanya mengenai relasi keduanya. Polisi berjanji akan segera mengumumkan detail lebih lanjut setelah semua fakta terungkap.
Guna mengetahui penyebab pasti kematian korban, jasad M telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Kota Bandung untuk dilakukan autopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan informasi penting yang akan melengkapi proses penyidikan dan membantu mengungkap secara tuntas misteri di balik pembunuhan wanita dalam kardus ini. (mw)






