Derita Pilu ABK Disiksa di Kapal Ikan: Ibu Korban Ungkap Kondisi Anaknya, Luka Sekujur Tubuh dan Telinga Tak Bisa Dengar! - A1 Faktual

Derita Pilu ABK Disiksa di Kapal Ikan: Ibu Korban Ungkap Kondisi Anaknya, Luka Sekujur Tubuh dan Telinga Tak Bisa Dengar!

- Editor

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Hati seorang ibu mana yang tak hancur mendengar jerit pilu anaknya? Itulah yang dialami Siti Nurhayati, ibunda dari Ilyas Salahuddin, salah satu dari empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Maulana 23 yang menjadi korban penganiayaan sadis di laut lepas. Sebuah komunikasi telepon menjadi jendela bagi Siti untuk menengok kondisi putranya yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit di Kepulauan Aru.

Derita dari Balik Telepon, Luka Tubuh dan Jiwa

Air mata Siti tak terbendung saat menceritakan percakapan itu kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Alrasyidin Fajri. “Bagaimana keadaannya, Nak? Alhamdulillah baik, Umi,” kenang Siti menirukan suara Ilyas. Namun, di balik ucapan ‘baik’ itu, tersimpan derita yang tak terbayangkan.

Ilyas kemudian mulai jujur tentang kondisinya. “Terus apa yang sakit? Seluruh badan sakit, dia bilang. Terus apa lagi yang sakit? Telinga kiri saya tidak bisa mendengar, lalu perut saya sakit. Terus di bagian kaki juga masih ada sakit,” sambung Siti dengan nada tertahan, menggambarkan detail luka yang begitu parah. Bayangkan, sekujur tubuh lebam, perut perih, dan yang paling mengkhawatirkan, kehilangan pendengaran di telinga kiri. Ini bukan sekadar luka fisik, melainkan trauma mendalam yang akan membekas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah pilu ini bermula ketika empat ABK KM Maulana 23 dilaporkan mengalami penyiksaan brutal di atas kapal. Mereka adalah pekerja keras yang mencari nafkah di lautan, namun justru menjadi sasaran kekerasan tanpa ampun. Beruntung, informasi ini sampai ke telinga aparat penegak hukum, dan respons cepat pun diberikan.

Aparat Bertindak Cepat, Pengembangan Kasus Hingga Dugaan TPPO

Kapolres Alrasyidin Fajri, yang datang langsung mengunjungi Siti, menegaskan komitmennya. “Keselamatan putranya beserta ABK yang lain menjadi prioritas,” ujarnya. Pihak kepolisian tidak akan tinggal diam. Tim akan segera bertolak menuju Kepulauan Aru untuk memastikan kondisi korban dan menuntaskan penyelidikan di lapangan. “Setelah kondisi korban membaik dan pemeriksaan oleh Polres Kepulauan Aru selesai, polisi akan fokus memulangkan seluruh korban dugaan penganiayaan ke Jakarta,” imbuhnya, memberikan sedikit harapan bagi para keluarga yang cemas.

Kabar terbaru cukup melegakan, kondisi keempat korban dilaporkan mulai membaik dan mereka sudah dapat berkomunikasi dengan keluarga. Hal ini disampaikan AKBP Alrasyidin Fajri, yang terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menuntaskan kasus ini. Namun, penyelidikan tak berhenti pada dugaan penganiayaan saja.

Pihak kepolisian kini mengembangkan kasus tersebut ke dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Indikasi adanya eksploitasi dan perbudakan modern di balik kasus penganiayaan ini menjadi fokus baru. Jika terbukti, kasus ini akan semakin membuka mata kita akan sisi gelap dunia kerja di laut yang rentan terhadap pelanggaran HAM berat. Penyelidikan TPPO ini menunjukkan keseriusan aparat untuk membongkar akar masalah, bukan hanya sekadar mengobati luka di permukaan.

Kasus tragis yang menimpa Ilyas dan rekan-rekannya adalah pengingat keras bahwa masih banyak pekerja, terutama di sektor rentan seperti ABK, yang butuh perlindungan. Harapan besar kini disematkan kepada aparat kepolisian agar keadilan benar-benar ditegakkan, para pelaku dihukum setimpal, dan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Mari kita kawal terus kasus ini, demi masa depan ABK Indonesia yang lebih aman dan bermartabat. (ES) 

Berita Terkait

Polisi Gerebek Penampungan Hasil Curanmor di Bogor, Mobil dan 18 Motor Disita
Kala Polisi Nyamar Jadi Pengamen Saat Tangkap Penjambret Spesialis iPhone di Jaktim
Penganiaya Bayi hingga Tewas di Cakung Jaktim Ternyata Ayah Kandung Korban, Bukan Ayah Tiri
Pria Ditemukan Tewas di Depan Minimarket Kembangan Jakbar Usai Berkelahi
Polisi Ungkap Peran 2 Pegawai Rutan Depok dalam Pesta Narkoba Tahanan
Polsek Kalideres Masih Kejar Pelaku 2 Kasus Viral: Penculikan Anak dan Curanmor Bersenpi
Sempat Alot, Guru Insan Cendekia Madani Resmi Jadi Tersangka. Baru Terungkap Setelah Lecehkan Siswa SD Selama 3 Tahun
Kronologi Konser Orchestra Experience Batal 30 Menit Sebelum Mulai, Polisi Selidiki Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Derita Pilu ABK Disiksa di Kapal Ikan: Ibu Korban Ungkap Kondisi Anaknya, Luka Sekujur Tubuh dan Telinga Tak Bisa Dengar!

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Polisi Gerebek Penampungan Hasil Curanmor di Bogor, Mobil dan 18 Motor Disita

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Penganiaya Bayi hingga Tewas di Cakung Jaktim Ternyata Ayah Kandung Korban, Bukan Ayah Tiri

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Depan Minimarket Kembangan Jakbar Usai Berkelahi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Polisi Ungkap Peran 2 Pegawai Rutan Depok dalam Pesta Narkoba Tahanan

Berita Terbaru