JAKARTA – Aparat Polsek Kalideres masih memburu pelaku dari dua kasus kriminal viral yang terjadi di wilayah mereka.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengusut tuntas dua pekerjaan rumah besar, yakni kasus penculikan dua bocah kakak beradik berujung pencurian kalung emas dan kasus pencurian kendaraan bermotor menggunakan senjata api.
“Kita punya dua PR nih soalnya, satu yang anak-anak, satu yang itu (senpi),” ujar Rihold saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait kasus dugaan penculikan anak yang disertai pengambilan perhiasan kalung emas korban, Rihold membenarkan bahwa modus tersebut tengah didalami berdasarkan petunjuk di lapangan.
Berdasarkan hasil penelusuran CCTV, jejak pelaku yang diduga merupakan seorang perempuan mengarah ke wilayah Tangerang Kota.
“Iya, sementara begitu. Dari CCTV yang kita ikuti berapa kali ini udah sampai ke arah, arah ke daerah Tangerang Kota,” terangnya.
Sementara itu, untuk kasus kedua yakni ranmor bersenjata api, Rihold menyebutkan pihaknya saat ini masih bekerja keras di lapangan dan memburu para pelaku yang diduga sudah melarikan diri ke luar kota.
“Tim Reskrim juga lagi ngejar yang pencurian motor senpi. Mereka (buron) lagi di luar kota,” kata Rihold.
Kakak Beradik Diculik
Kakak beradik berinisial KI (9) dan CI (8) diculik oleh wanita bermotor pada Rabu (30/9/2026) sore saat mereka tengah menuju rumah tantenya untuk mengikuti kegiatan les menggunakan sepeda masing-masing.
Kakak beradik itu akhirnya ditemukan di dua lokasi berbeda di kawasan Kalideres pada Rabu (30/9/2026) pukul 17.50 WIB dan 19.00 WIB.
Saat ditemukan warga, kedua kakak beradik tersebut mendadak tak mau diajak bicara akibat termakan doktrin menakutkan yang ditanamkan oleh sang pelaku.
Sang kakak, KI, menjadi yang pertama ditemukan warga di kawasan Pegadungan sekitar pukul 17.50 WIB dalam kondisi syok berat dan linglung.
Ketika warga berupaya mendekati dan memberinya air minum, KI menolak mentah-mentah dan memilih diam membisu.
“Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar tapi tak terkejar,” ujar ibu korban, Juli (45) saat berbincang dengan TribunJakarta.com, Kamis (1/10/2026).
KI akhirnya diantarkan ke rumah setelah menyampaikan alamat rumahnya ketika ditanya oleh Ketua RT setempat. (ES)






