SEMARANG – Awalnya hanya kecemasan sebuah keluarga. Seorang gadis remaja bernama Mozza Axillia Gunarsa (17) dari Bergas, Kabupaten Semarang, hilang tanpa jejak sejak 28 Juni 2025. Berbulan-bulan berlalu dalam ketidakpastian, hingga akhirnya kabar paling pahit datang: ia ditemukan tak bernyawa, hanya tinggal kerangka, di Tol Jangli Semarang. Misteri yang menyelimuti hilangnya Mozza kini terkuak lewat jejak digital yang tak bisa berbohong. Sosok yang semula dikenal baik dan pendiam di kampungnya, Mahendra Very Dwi Anggara (22), kini menjadi tersangka utama di balik kejahatan keji ini.
Terungkapnya Tabir Lewat Jejak Digital: Instagram Jadi Kunci
Penyelidikan polisi seolah menemui jalan buntu selama berbulan-bulan, namun secercah harapan muncul dari arah yang tak terduga: ponsel orang tua korban. Akun Instagram Mozza Axillia Gunarsa ternyata masih tertaut di sana, dan dari sanalah polisi menemukan “harta karun” digital yang tak ternilai. “Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram,” ungkap Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, Jumat (4/9).
Dalam percakapan Instagram itu, terkuak komunikasi terakhir Mozza dengan seseorang yang kini diduga kuat sebagai pembunuhnya. Bukti chat ini menjadi benang merah pertama yang menuntun aparat menuju teka-teki gelap di balik hilangnya Mozza yang ditemukan tewas mengenaskan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Kos Sriwijaya Hingga Penangkapan Dramatis di Blora
Berbekal petunjuk kuat dari chat Instagram, tim kepolisian langsung bergerak cepat. Penelusuran membawa mereka ke sebuah kos di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Di sana, interogasi dengan pemilik dan beberapa penghuni kos membuahkan hasil: sebuah nama dengan inisial MDVA (22) alias Mahendra Very Dwi Anggara. Identitas terduga pelaku telah di tangan polisi.
Pengejaran pun berlanjut hingga ke kampung halaman Very di Blora. Pemandangan tak terduga menyertai penangkapannya. “Pelaku diamankan pada hari Kamis malam Jumat (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB di lapangan Voli Kalitengah Banjarejo. Kayaknya lihat voli,” kata Kapolsek Banjarejo, AKP Gembong Widodo. Sebuah ironi, pelaku kejahatan sadis tertangkap saat sedang menikmati hiburan rakyat, seolah tak ada beban.
Sosok Pendiam yang Menggemparkan Warga
Penangkapan Very sontak membuat warga kampungnya di Blora terkejut bukan kepalang. Kepala Desa Banjarejo, Suwarno, membenarkan bahwa Very adalah warganya dan ditangkap saat menonton voli. Di mata tetangga, Very dikenal sebagai pribadi yang baik, pendiam, dan tidak pernah berbuat aneh-aneh. “Dia baik, nggak aneh-aneh. Dia juga pendiam. Orangnya baik betul, mas. Baik,” jelas Suwarno.
Bahkan, selama setahun setelah Mozza hilang dan jasadnya dibuang, Very menunjukkan perilaku yang biasa saja, tanpa gelagat mencurigakan sedikit pun. “Biasa, biasa, biasa,” tambah Suwarno. Kontras mencolok antara citra publik dan perbuatan keji yang ia lakukan menjadi pukulan telak bagi warga sekitar yang tak pernah menyangka bahwa tetangga baik mereka bisa terlibat dalam kejahatan mengerikan.
Jejak Licik Penghilangan Barang Bukti
Usai melancarkan aksinya, Very berusaha keras menghapus jejak kejahatannya. Kompol Ni Made Sriniti, Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, mengungkapkan modus operandi pelaku. “Setelah dia taruh jenazah itu dia jual motornya ke orang,” kata Sriniti. Motor korban dijual tanpa surat-surat melalui Facebook seharga sekitar Rp 6 juta di wilayah Banyumanik. Pembeli motor tersebut pun kini sudah terlacak dan dijadikan saksi.
Tak hanya motor, helm korban juga dijual untuk menghilangkan barang bukti. Ponsel dan KTP Mozza dibuang di lokasi terpisah di Kota Semarang, masing-masing di Kota Lama dan wilayah Dokter Cipto. Beruntung, barang-barang tersebut berhasil ditemukan oleh pihak kepolisian. Setelah itu, Very mengemasi barang-barangnya, sempat singgah di tempat temannya, sebelum akhirnya pulang ke Blora, seolah ingin kembali ke kehidupan normalnya.
Misteri Terkuak, Keadilan Dinanti
Pengungkapan kasus pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa ini menjadi bukti nyata kekuatan jejak digital dalam mengungkap kejahatan yang paling tersembunyi sekalipun. Dari secarik chat Instagram, sebuah misteri besar akhirnya terkuak, membawa titik terang bagi keluarga korban yang telah lama merindukan kejelasan dan keadilan. Dengan tertangkapnya Mahendra Very Dwi Anggara, diharapkan keadilan segera ditegakkan untuk Mozza.
Penyelidikan mendalam tentunya masih terus dilakukan untuk mendalami motif dan detail lengkap di balik pembunuhan sadis ini. Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan dampak tak terduga dari interaksi di dunia maya.






