JAKARTA – Sebuah penemuan mengerikan menggemparkan kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Sesosok jenazah pria tanpa identitas ditemukan terbujur kaku di dalam Gardu PLN DT.102N, yang berlokasi persis di samping Stasiun LRT Pancoran, Jalan Gatot Subroto. Insiden tragis ini terungkap pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 17.15 WIB, dan kini menjadi fokus penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026, membenarkan adanya penemuan ini. Ia menegaskan, Polsek Pancoran telah diturunkan untuk melakukan penyelidikan mendalam. “Hingga saat ini, identitas jenazah yang ditemukan Selasa sore belum diketahui. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap identitas korban sekaligus mengetahui penyebab kematiannya,” ujar Kombes Budi.
Aroma Tak Sedap Ungkap Keberadaan Jasad
Penemuan jenazah ini bermula dari laporan tentang aroma tidak sedap yang sangat menyengat di sekitar area gardu listrik. Informasi ini pertama kali diterima oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dari seorang pedagang yang curiga dengan bau busuk tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas Dishub menemukan seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di dalam gardu, dan segera melaporkannya kepada kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan seorang laki-laki dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dilaporkan kepada kepolisian,” kata Kombes Pol Budi Hermanto.
Merespons laporan tersebut, petugas Polsek Pancoran segera mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP). Area gardu listrik langsung diberi garis polisi dan olah TKP dilakukan secara cermat. Tim polisi berusaha mengumpulkan informasi dan barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan ini.
Barang Bukti Diamankan, Keterkaitan Masih Diselidiki
Dalam olah TKP, beberapa barang ditemukan di sekitar jenazah dan telah diamankan sebagai barang bukti. Di antaranya adalah sebuah karung berwarna putih, gergaji besi, dan topi. Namun, Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan bahwa kepolisian masih mendalami keterkaitan barang-barang tersebut dengan penemuan jenazah. “Polisi belum menyimpulkan apakah barang-barang itu memiliki hubungan langsung dengan kematian korban,” tegasnya, menegaskan bahwa semua kemungkinan masih terbuka.
Selain mengamankan barang bukti, petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian. Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) turut dilibatkan untuk membantu proses identifikasi jenazah. Langkah ini sangat krusial mengingat identitas korban yang hingga kini masih misterius. “Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta melibatkan Tim Inafis,” pungkas Budi.
Setelah olah TKP, jenazah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut, termasuk autopsi. Proses ini diharapkan dapat mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian pria misterius tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang. Kasus penemuan mayat di gardu listrik Pancoran ini menambah daftar panjang teka-teki yang harus dipecahkan, demi memberikan kejelasan bagi korban dan keluarganya.(Erik)






