Mahasiswi di Malang Diduga Dilecehkan Pengendara Motor, Rekaman CCTV Jadi Kunci Polisi Buru Pelaku - A1 Faktual

Mahasiswi di Malang Diduga Dilecehkan Pengendara Motor, Rekaman CCTV Jadi Kunci Polisi Buru Pelaku

- Editor

Kamis, 17 September 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG – Keresahan kembali mencuat di kalangan masyarakat Malang setelah dugaan pelecehan seksual menimpa seorang mahasiswi berinisial MR di Jalan Pisangcandi Barat, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Peristiwa mengejutkan yang terekam kamera pengawas (CCTV) ini kini menjadi prioritas utama pihak kepolisian Polresta Malang Kota untuk segera mengungkap dan menangkap pelakunya.

Insiden tak senonoh tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Korban, MR, tidak menunggu lama untuk melaporkan kejadian yang menimpanya. Hanya beberapa jam berselang, tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB di hari yang sama, laporan telah masuk melalui layanan Call Center 110 Polri. Respons cepat dari kepolisian patut diacungi jempol. Personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Pisangcandi, bersama piket Reskrim dan personel Patroli Polsek Sukun, langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan awal dan mengumpulkan informasi.

Dalam keterangannya kepada aparat, mahasiswi MR mengungkapkan bahwa dirinya sempat didatangi dan dibuntuti oleh seorang pengendara sepeda motor matik. Ciri-ciri pelaku yang diingat korban adalah mengenakan helm berwarna merah. Pengendara misterius itu diduga kuat melakukan tindakan yang tidak senonoh, memicu kepanikan dan trauma bagi korban. Kejadian ini menambah daftar panjang kekhawatiran publik terkait keamanan di ruang publik, khususnya bagi perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menegaskan bahwa laporan yang masuk melalui layanan darurat 110 segera ditindaklanjuti dengan serius. “Setelah menerima laporan melalui 110, personel Polsek Sukun langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan mendampingi korban untuk proses penanganan lebih lanjut,” ujar Lukman pada Rabu, 16 September 2026. Prioritas utama polisi adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan dan penanganan yang layak sejak awal laporan dibuat.

Setelah pengecekan awal di lokasi, polisi tidak berhenti di situ. Korban kemudian diantar menuju SPKT Polresta Malang Kota dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk membuat laporan resmi. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh proses hukum dapat berjalan sesuai prosedur. Tidak hanya itu, MR juga mendapatkan pendampingan penuh untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pendampingan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberikan dukungan moral dan medis kepada korban pelecehan seksual.

Penyelidikan tidak hanya berfokus pada keterangan korban, melainkan juga pada pengumpulan bukti pendukung lainnya. Salah satu bukti paling vital adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian, Jalan Pisangcandi Barat. Petugas telah berkoordinasi dengan pihak keamanan kampus yang berada di sekitar lokasi untuk mendapatkan rekaman tersebut. Ciri-ciri pengendara yang diduga sebagai pelaku dilaporkan telah terekam jelas dalam kamera pengawas, menjadi titik terang dalam upaya identifikasi dan pelacakan pelaku.

Ipda Lukman Sobhikin kembali menekankan bahwa seluruh proses penanganan perkara ini akan dilakukan dengan tetap mengedepankan perlindungan dan pendampingan terhadap korban. “Tujuannya agar laporan dapat segera ditindaklanjuti, korban mendapatkan pendampingan, dan petugas memperoleh informasi maupun bukti pendukung untuk proses penyelidikan,” jelasnya. Ini menunjukkan bahwa di samping mengejar keadilan, aspek kemanusiaan dan perlindungan korban juga menjadi perhatian utama pihak berwajib.

Kini, seluruh jajaran Polresta Malang Kota terus bekerja keras untuk mengidentifikasi dan melacak keberadaan pengendara motor berhelm merah tersebut. Rekaman CCTV yang menjadi bukti kunci diharapkan dapat mempercepat proses penangkapan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi serupa atau memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan. Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya kewaspadaan kolektif dan respons cepat dari aparat penegak hukum demi menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan kota Malang. (ES) 

Ditulis oleh:
Erik Sambora

Berita Terkait

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain
Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid
Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi
Nyamar Jadi Petugas, Maling BTS Tower Rp 481 Juta di Tangerang Diringkus
Malam Mencekam di Bekasi: Rumah Dirusak Gerombolan Orang gegara Knalpot Bising!
Geger! Polda Banten Bongkar Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak, Satu Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun
Viral! Pria Bersimbah Darah Minta Tolong di Jakarta Pusat, Benarkah Pelaku Tawuran?
Heboh! Karyawan Andalan Diduga Dalang Penipuan Rp18 Miliar, Fasilitas Kantor Jadi Senjata Utama?

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Malam Mencekam di Bekasi: Rumah Dirusak Gerombolan Orang gegara Knalpot Bising!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Geger! Polda Banten Bongkar Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak, Satu Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun

Berita Terbaru