KOTA PALU – Sebuah insiden tragis dan mengejutkan mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis (27/8) malam. Perkelahian antara seorang anggota kepolisian dengan seorang juru parkir (jukir) berujung maut, setelah sang jukir tertembak dan meninggal dunia. Tak hanya itu, seorang warga sipil lainnya turut menjadi korban peluru nyasar.
Kasus yang kini tengah didalami serius oleh Polda Sulawesi Tengah ini telah menyita perhatian publik. Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin, dalam keterangannya di Palu pada Jumat (28/8), membeberkan kronologi awal kejadian yang sangat memilukan tersebut.
Detik-detik Awal Pertikaian di Depan Alfamidi
Kombes Pol Achmad Muhaimin menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 20.40 Wita, tepat di depan sebuah gerai Alfamidi yang terletak di Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Situasi malam yang seharusnya tenang, mendadak berubah menjadi mencekam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut hasil penyelidikan awal, kejadian bermula ketika anggota polisi berpangkat Aipda, berinisial AA, tiba di lokasi menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna putih. Aipda AA diketahui hendak berbelanja kebutuhan di Alfamidi, setelah sebelumnya singgah di sekitar warung makan.
Usai menuntaskan belanjanya dan keluar dari gerai minimarket, Aipda AA didatangi oleh seorang pria yang belakangan diketahui sebagai juru parkir berinisial D. D, yang saat itu disebut mengenakan baju merah, langsung menanyakan persoalan parkir kepada Aipda AA. Pertanyaan seputar parkir ini dengan cepat berubah menjadi adu mulut, yang kemudian berujung pada kontak fisik dan perkelahian.
Jari Putus, Tembakan Dilepaskan
Suasana memanas. Dalam perkelahian yang tak terhindarkan, situasi semakin memburuk ketika juru parkir berinisial D secara brutal menyerang Aipda AA. Tidak tanggung-tanggung, D menggunakan senjata tajam berupa parang, mengarahkannya ke wajah Aipda AA. Ini bukan lagi sekadar perkelahian biasa.
Aipda AA, yang merupakan anggota Bidang Propam Polda Sulteng, berusaha keras menangkis serangan membabi buta tersebut. Nahas, serangan parang itu mengakibatkan Aipda AA mengalami luka parah pada tangan kanannya, dan yang lebih mengerikan, jari kirinya bahkan terputus. Dalam kondisi terdesak dan terluka parah, Aipda AA tidak punya pilihan lain. Ia pun mengeluarkan senjata api jenis HS yang dibawanya.
Satu kali tembakan peringatan dilepaskan, berharap dapat menghentikan amukan D. Namun, bukannya mundur, juru parkir D justru dilaporkan masih terus mengejar Aipda AA dengan parang di tangan. Merasa jiwanya terancam, anggota kepolisian itu kemudian melepaskan sejumlah tembakan ke arah D. Detik-detik itu menjadi momen krusial yang menentukan nasib D.
Warga Jadi Korban Peluru Nyasar, Jukir Meninggal Dunia
Tragisnya, ketegangan di lokasi kejadian juga berdampak pada pihak yang tidak terlibat langsung. Kombes Achmad Muhaimin membenarkan adanya korban lain dalam insiden ini. Seorang warga berinisial MA, yang saat itu tengah berada di dalam sebuah tempat usaha jahit sepatu tak jauh dari lokasi perkelahian, ikut terluka.
MA mengalami luka pada bagian leher kanan, yang diduga kuat terkena peluru nyasar dari rentetan tembakan yang dilepaskan. Baik D maupun MA, keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) tingkat III Dr Shindu Trisno di Kota Palu untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Aipda AA yang juga terluka parah, segera dilarikan ke RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan perawatan intensif.
Setelah mendapatkan penanganan awal, D dirujuk ke RSUD Anutapura Palu untuk perawatan lebih lanjut pada pukul 23.30 Wita. Namun, takdir berkata lain. Pada Jumat dinihari sekitar Pukul 02.30 Wita, juru parkir berinisial D dinyatakan meninggal dunia. Sebuah akhir yang sangat menyedihkan dari sebuah pertikaian.
Polda Sulteng Dalami Kasus, Imbau Masyarakat Tenang
Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti. Polda Sulteng menegaskan bahwa penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Seluruh rangkaian kejadian, termasuk penggunaan senjata tajam oleh D dan penggunaan senjata api oleh Aipda AA, akan diusut tuntas.
Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang. “Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan mempercayakan seluruh proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian,” tegasnya. Kasus ini diharapkan dapat terungkap secara transparan dan adil, membawa kejelasan atas insiden mematikan yang terjadi di jantung Kota Palu.






