JAKARTA – Sebuah kejadian mengejutkan mengguncang warga Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur. Sebuah rumah dinas yang seharusnya menjadi hunian para prajurit atau keluarganya, justru diduga kuat beralih fungsi menjadi markas besar operasional judi online (judol). Penemuan tak terduga ini berawal dari kepekaan dan kepedulian warga sekitar yang mencium adanya aktivitas mencurigakan.
Kasus ini mencuat ke publik setelah laporan warga mencapai telinga aparat dan juga terekam dalam sebuah video viral di media sosial. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengungkapkan bahwa pengungkapan ini memang tak lepas dari peran serta masyarakat. “Pengungkapan tersebut berawal dari laporan dan kepedulian warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di lingkungan tersebut,” terang Brigjen Donny pada Kamis (8/10/2026).
Detik-detik Terbongkarnya Markas Judi Online
Misteri rumah dinas itu mulai terkuak ketika sebuah video menjadi viral di Instagram, diunggah oleh akun @badanperwakilannetzen2. Video yang disebut-sebut direkam pada Minggu (4/10) itu memperlihatkan suasana di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan komputer. Tampak beberapa orang berada di sana, sibuk di depan layar. Perekam video menduga kuat bahwa ruangan tersebut digunakan untuk kegiatan judi online.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sontak, video tersebut memicu perhatian luas dan menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk bertindak. Tak buang waktu, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan segera mendatangi lokasi. Setelah dipastikan adanya aktivitas ilegal, pengamanan tempat dan barang bukti pun segera dilakukan. Sebagai langkah awal, rumah tersebut langsung diberi garis polisi dan aliran listrik dipadamkan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
11 Orang Diamankan, TNI AD Tegaskan Komitmen Berantas Judol
Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak sebelas orang berhasil diamankan. Brigjen Donny Pramono memastikan bahwa seluruh yang diamankan adalah warga sipil, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan. Mereka kemudian dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami peran dan aktivitas yang mereka lakukan di lokasi tersebut.
Penindakan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam membantu pemerintah mengungkap dan memberantas praktik judi online yang meresahkan masyarakat. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebelumnya juga telah menegaskan sikap tegasnya. Maruli menyatakan bahwa TNI AD tidak akan pandang bulu dan akan merespons dengan cepat setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum, termasuk judi online.
“Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” kata Maruli, seperti dilansir Antara pada Rabu (7/10). Pernyataan ini menunjukkan keseriusan TNI AD dalam menjaga integritas lingkungannya dan mendukung upaya penegakan hukum di seluruh wilayah. Kasus ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba memanfaatkan fasilitas negara untuk kegiatan ilegal, bahwa cepat atau lambat, keadilan akan menemukan jalannya. (ES)






