SIDOARJI – Sidoarjo kembali dibuat geger. Bukan karena berita biasa, melainkan karena serangkaian pencurian sepeda motor yang terjadi secara masif hanya dalam satu malam. Total empat unit motor dilaporkan raib digondol maling. Yang lebih memprihatinkan, tiga dari empat motor yang hilang tersebut dicuri dari lingkungan yang seharusnya aman, yakni Pondok Pesantren dan area SPPG di Dusun Cemeng Ngemplak, Desa Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo Kota.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar angka, melainkan pukulan telak bagi rasa aman warga, terutama di lingkungan pesantren yang menjadi tempat menimba ilmu bagi para santri. Bagaimana tidak, salah satu korban, M. Danil Alin, seorang santri di Pondok Pesantren tersebut, mengungkapkan bahwa motornya sudah dikunci. Namun, pelaku seolah tak gentar dan tetap berhasil membawa kabur kendaraan tersebut. “Motor sudah dikunci, tapi masih bisa dibawa pelaku,” ujar Danil dengan nada pilu, seperti dilansir detikJatim.
Modus Pencurian di Lingkungan Ponpes dan Kekhawatiran Warga
Insiden di Cemengkalang ini menjadi sorotan utama. Tiga motor sekaligus lenyap di area yang sama, mengindikasikan bahwa para pelaku mungkin telah melakukan pengamatan dan perencanaan matang sebelum melancarkan aksinya. Sebuah pola yang meresahkan, mengingat pencurian kendaraan di kawasan tersebut ternyata bukan kali pertama terjadi. Saidah (30), warga Cemengkalang, menuturkan bahwa kehilangan kendaraan sudah berulang kali menghantui lingkungan mereka selama beberapa tahun terakhir. “Sudah sering terjadi. Bukan sekali dua kali,” keluh Saidah, menggambarkan frustrasi yang mendalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang tingkat keamanan di wilayah tersebut. Jika kunci pun tak mempan, dan bahkan lingkungan religius seperti pondok pesantren bisa menjadi sasaran empuk, lalu di mana lagi warga bisa merasa aman? Rekaman CCTV memang ada, namun identitas pelaku pencurian tiga motor di Cemengkalang tersebut masih misterius. Harapan besar kini disandarkan pada pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini dan memperketat keamanan.
Penangkapan di Taman, Pelaku Wanita Diamankan, Pria Kabur
Di sisi lain, di wilayah Kecamatan Taman, Sidoarjo, sebuah insiden pencurian motor lain nyaris terjadi dan berakhir dengan penangkapan seorang terduga pelaku. Seorang perempuan bersama teman laki-lakinya gagal membawa kabur sepeda motor incarannya. Perempuan itu berhasil diamankan oleh petugas Polsek Taman Sidoarjo, sementara teman laki-lakinya berhasil melarikan diri. Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan membenarkan peristiwa tersebut. “Memang benar ada peristiwa tersebut, terduga pelaku perempuan berhasil diamankan, sementara itu teman laki-lakinya kabur,” jelas Kompol Bagus.
Penangkapan ini setidaknya membawa sedikit angin segar di tengah kekhawatiran. Namun, fakta bahwa ada satu pelaku yang berhasil kabur dan para pencuri di Cemengkalang masih belum tertangkap, menunjukkan bahwa pekerjaan rumah bagi aparat keamanan masih banyak. Kasus-kasus ini seolah menjadi pengingat pahit bagi warga Sidoarjo: ancaman pencurian kendaraan bermotor masih sangat nyata dan perlu kewaspadaan ekstra.
Pentingnya Kewaspadaan dan Upaya Pencegahan
Pihak berwenang diharapkan tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada pencegahan. Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengamanan ganda untuk kendaraan, patroli yang lebih intensif di titik-titik rawan, hingga pemasangan CCTV yang memadai, bisa menjadi langkah konkret. Sebab, rasa aman adalah hak setiap warga, dan peristiwa seperti ini tidak boleh lagi terulang, apalagi sampai merenggut ketenangan di lingkungan suci seperti pondok pesantren.
Kini, warga Sidoarjo menanti jawaban dan tindakan nyata. Siapa di balik gelombang pencurian ini? Akankah keamanan segera pulih? Hanya waktu dan upaya bersama yang akan menjawabnya. (ES)






