JAKARTA –Kabar duka menyelimuti keluarga besar Haikal Hafiz Ramadhan (18) di Jakarta Timur. Setelah dua hari menghilang secara misterius di derasnya aliran Kali Ciliwung, remaja yang masih belia itu akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Penemuan tragis ini mengakhiri penantian penuh harap dan kekhawatiran yang telah membayangi keluarga serta tim SAR gabungan sejak Selasa malam.
Misteri Dua Hari Berakhir Duka
Pagi yang sendu, Kamis (8/10/2026), menjadi saksi bisu berakhirnya pencarian dramatis ini. Pukul 06.10 WIB, seberkas harapan sekaligus duka menyayat hati muncul. Pihak BKSDA DKI Jakarta melaporkan melihat sesosok jasad terapung di aliran Sungai Ciliwung. Lokasi penemuan diperkirakan sekitar 3,3 kilometer dari titik terakhir korban dilaporkan tenggelam. Segera setelah laporan diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi.
“Tim menerima laporan dari pihak BKSDA yang melihat korban sudah mengapung di permukaan air dengan posisi tertelungkup. Personel SAR gabungan langsung bergerak cepat menuju titik lokasi penemuan untuk memproses evakuasi,” terang Dantim Kantor SAR Jakarta, Rifan Gusrianto, dalam keterangannya. Proses evakuasi yang dilakukan dengan sigap berhasil diselesaikan pada pukul 06.50 WIB. Jenazah Haikal kemudian dibawa menuju Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu dengan hati hancur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan ditemukannya jenazah Haikal, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang telah berlangsung intensif selama dua hari pun resmi ditutup. “Korban sudah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Dengan ditemukannya korban, seluruh rangkaian operasi SAR resmi kami tutup pada pukul 10.00 WIB, dan seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuannya masing-masing,” tambah Rifan, menutup babak pencarian yang melelahkan namun penuh dedikasi.
Teriakan Sang Ayah yang Tak Terjangkau
Kisah pilu ini bermula pada Selasa (6/10) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Haikal dilaporkan tenggelam di Kali Ciliwung. Ayah korban, yang berada di dekat lokasi kejadian, sempat mendengar teriakan minta tolong yang memilukan dari arah sungai. Berupaya sekuat tenaga untuk menyelamatkan putranya, sang ayah mencoba menjangkau, namun nahas, Haikal kemudian hilang dari pandangan, ditelan kegelapan dan derasnya arus sungai.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto juga turut memberikan keterangan terkait insiden ini. “Saat kejadian, ayah korban mendengar suara teriakan meminta pertolongan dari arah sungai dan berupaya menyelamatkan putranya, namun korban kemudian hilang dari pandangan,” ujarnya.
Tim Gabungan Bekerja Keras Selama 48 Jam
Sejak laporan kehilangan diterima, puluhan personel dari berbagai unsur SAR telah dikerahkan. Kantor SAR Jakarta, BPBD DKI Jakarta, Damkar Bidara Cina, Kelurahan Bidara Cina, Polsek Jatinegara, Bhabinkamtibmas, bahkan warga setempat bahu-membahu menyisir setiap jengkal aliran sungai. Mereka tak kenal lelah, siang dan malam, dengan harapan menemukan Haikal dalam kondisi selamat. Namun takdir berkata lain, operasi pencarian yang dramatis itu kini harus berakhir dengan duka yang mendalam.
Kejadian tragis ini sekali lagi menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya yang mungkin mengintai di sekitar aliran sungai, terutama saat kondisi kurang mendukung dan di malam hari. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan berat ini. Selamat jalan, Haikal. (ES)






