JAKARTA – Suasana malam yang tenang di sekitar Masjid Al-Ikhlas, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mendadak berubah tegang pada Selasa (29/9/2026). Bukan karena adzan isya yang baru saja berkumandang, melainkan karena ulah seorang pria nekat yang tertangkap basah mencoba membobol kotak amal di dalam toilet masjid. Aksi pencurian yang menggegerkan ini berhasil digagalkan oleh kesigapan warga sekitar, yang tak tinggal diam mendengar suara-suara mencurigakan dari bilik tersebut.
Detik-detik penangkapan dramatis ini bermula ketika pelaku, yang beraksi seorang diri, memasuki area masjid dengan gerak-gerik mencurigakan. Kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di salah satu sudut masjid menjadi saksi bisu setiap langkah pria tersebut. Dalam rekaman, terlihat jelas bagaimana pelaku berjalan santai dari dalam masjid, kemudian mendekati kotak amal yang biasa diletakkan di dekat area toilet. Matanya awas mengamati situasi sekitar, memastikan tidak ada satupun jemaah atau warga yang melihat aksinya. Setelah dirasa aman, dengan cepat dan tanpa ragu, ia membawa kotak amal tersebut masuk ke dalam toilet masjid.
Di dalam toilet yang sempit dan tertutup, pelaku mulai melancarkan niat jahatnya. Ia berupaya membobol gembok kotak amal tersebut, berharap dapat segera menggasak isinya. Namun, suara gaduh yang ditimbulkan dari usahanya membongkar kotak amal itu justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Suara-suara aneh itu terdengar jelas hingga ke kantor sekretariat masjid, tempat beberapa warga dan pengurus sedang berkumpul. Salah seorang pengurus masjid, Ahmad Ilyas, menceritakan bagaimana suara berisik itu menarik perhatian mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pas kedengaran berisik, dia ke situlah (toilet). Ternyata di dalamnya ada orang. Kotak amalnya juga sudah ada di situ,” kata Ahmad Ilyas, Rabu (30/9/2026), mengisahkan kembali momen penangkapan tersebut. Tanpa membuang waktu, warga yang mendengar kegaduhan itu langsung bergerak. Berbekal bambu yang ada di sekitar, mereka segera menghampiri pintu toilet yang terkunci dari dalam. Dengan serentak, mereka menggedor-gedor pintu, meminta orang di dalamnya untuk segera keluar.
Pelaku yang panik, akhirnya tak bisa lagi berkutik. Terkepung dan tak ada jalan keluar, ia pun menyerah dan membuka pintu. Di sanalah warga menemukan kotak amal yang sudah dalam kondisi akan dibobol, namun uang di dalamnya belum sempat diambil. Ahmad Ilyas menegaskan bahwa niat jahat pelaku belum sempat terlaksana sepenuhnya. “Belum ada yang diambil, karena belum dibuka kotak amalnya,” tuturnya, melegakan banyak pihak yang prihatin.
Beruntungnya, kesigapan warga dan pengurus masjid membuat dana umat yang terkumpul di kotak amal tersebut selamat dari tangan pencuri. Setelah berhasil diamankan, pelaku pencurian kotak amal ini langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya kewaspadaan dan kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum, terutama tempat ibadah dari tindakan kejahatan.
Aksi nekat membongkar kotak amal di toilet masjid ini bukan hanya mencederai rasa aman, tetapi juga melukai nilai-nilai keagamaan. Masjid, sebagai rumah ibadah, seharusnya menjadi tempat yang sakral dan aman dari segala bentuk niat buruk. Keberadaan CCTV terbukti sangat membantu dalam mengungkap dan menjadi bukti kuat dari tindakan kejahatan ini. Peran aktif masyarakat, seperti yang ditunjukkan oleh warga Kebayoran Lama, juga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib dari tindak kriminal.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menindaklanjuti kasus ini agar memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi peringatan bagi pihak lain yang mungkin memiliki niat serupa. Kejadian ini juga menjadi evaluasi bagi pengelola masjid untuk meningkatkan keamanan, baik melalui penambahan kamera pengawas maupun memperkuat sistem penguncian kotak amal. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali, dan Masjid Al-Ikhlas serta tempat ibadah lainnya tetap menjadi sarana yang nyaman dan aman bagi seluruh jemaah untuk beribadah dan beramal, tanpa dibayangi rasa khawatir akan ulah para maling. (ES)






