Laporan KNKT Ungkap Kekacauan Komunikasi Sebelum Tabrakan Maut KA Anggrek Vs KRL - A1 Faktual

Laporan KNKT Ungkap Kekacauan Komunikasi Sebelum Tabrakan Maut KA Anggrek Vs KRL

- Editor

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – KNKT juga menyatakan terjadi kegagalan komunikasi di mana informasi bahwa KA 5568A tertahan di Stasiun Bekasi Timur karena ada kerumunan masyarakat tidak tersampaikan pada PPKP. KNKT menyebut kondisi itu terjadi karena PPKP Selatan sedang menangani kejadian di JPL 86 atau peristiwa kecelakaan antara KRL dari arah Stasiun Tambun dengan taksi.Masinis KA 5568A disebut menghubungi PPKP Selatan melalui panggilan individual dan tidak melalui panggilan emergency. Sehingga, menurut KNKT, tidak terdapat notifikasi panggilan emergency pada konsol radio sepura section 27 yang berada di meja pengendalian PPKP Selatan.

“Akibat dari kegagalan komunikasi tersebut, baik PPKP selatan maupun PPKP timur tidak menerima informasi mengenai situasi dan kondisi gangguan perjalanan KA yang ada di Stasiun Bekasi Timur, sehingga PPKP tidak memiliki informasi yang memadai untuk membuat keputusan terkait pengendalian KA yang sesuai dengan kondisi pada saat itu,” tulis KNKT.

Tak Ada Mekanisme Penyampaian Informasi Antara PPKP Selatan dan TimurSebagai informasi, KNKT menyebut KA Anggrek (KA 4B) dan KA 5568A (KRL yang ditabrak) berada di wilayah pengendalian PPKP Timur yang mengendalikan seluruh perjalanan KA di wilayah timur mulai dari Stasiun Kampung Bandan, Manggarai, Cikarang, Cikampek. KNKT menyatakan komunikasi untuk perjalanan KA di wilayah timur dilayani oleh PPKP selatan dan timur dengan pembagian sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

a. PPKP Selatan melayani saluran komunikasi radio KA Commuter Line dengan menggunakan dua konsol berbeda, yaitu Sepura dan Tait Section 27.

b. PPKP Timur melayani saluran komunikasi Radio Lokomotif KA Jarak Jauh Section 1.

KNKT menyebut pengendalian KRL di wilayah timur Daop 1 Jakarta dikendalikan PPKP timur, namun PPKP timur tidak dapat berkomunikasi langsung dengan KRL. Hal itu menyebabkan komunikasi antara PPKP dengan KRL di wilayah timur dilakukan oleh PPKP selatan.

Investigasi KNKT tidak menemukan adanya prosedur yang mengatur mekanisme penyampaian informasi antara PPKP selatan dan PPKP timur. Dalam kejadian ini, kata KNKT, PPKP timur mendapatkan informasi terkait kecelakaan di JPL 86 karena mendengar komunikasi antara PPKP selatan dengan KA 5181B.

Namun, kata KNKT, PPKP timur tidak menerima informasi lengkap terkait situasi dan kondisi di sekitarnya. Hal ini berdampak pada tidak akuratnya informasi dan perintah yang diberikan oleh PPKP timur kepada KA 4B (KA Anggrek).

Kondisi itu menyebabkan masinis KA Anggrek tidak mempunyai informasi yang cukup untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan situasi pada saat itu.

Beban Kerja PPKP SelatanInvestigasi KNKT juga bahwa fasilitas komunikasi di Pusat Kendali Kereta Api Daop 1 Jakarta menggunakan speaker eksternal. Kondisi itu disebut menyebabkan suara komunikasi dari beberapa konsol radio yang beroperasi secara bersamaan dapat saling terdengar di ruang kerja sehingga menimbulkan polusi suara (noise pollution).

“Kondisi ini berpotensi mengurangi kejelasan penerimaan informasi karena suara dari satu saluran komunikasi dapat mengganggu pendengaran terhadap saluran komunikasi di PPKP lainnya,” ujar KNKT.

Hasil observasi KNKT terhadap tempat kerja PPKP Selatan juga menunjukkan seorang operator harus mengelola berbagai sistem operasi dan komunikasi secara bersamaan. Antara lain meliputi sistem monitoring perjalanan kereta, beberapa konsol radio, sistem Locotrack, ROLINK, telepon, serta perangkat komunikasi lain yang tersebar pada meja kerja.

“Konfigurasi tersebut mengharuskan operator membagi perhatian secara terus menerus di antara berbagai sumber informasi visual maupun audio. Pada saat terjadi kondisi tidak normal, seperti kecelakaan yang memerlukan klarifikasi informasi, koordinasi, dan pengamanan perjalanan kereta lain secara bersamaan, kebutuhan untuk memantau berbagai sistem dan saluran komunikasi secara simultan berpotensi meningkatkan beban kerja mental (mental workload) operator,” ujar KNKT.

Kualitas audio komunikasi yang kurang jelas juga meningkatkan kebutuhan operator untuk melakukan verifikasi berulang terhadap informasi yang diterima. Kombinasi antara berbagai persoalan itu menyebabkan penyampaian informasi keselamatan menjadi kurang efektif. Dalam transkrip percakapan yang terdapat dalam laporan ini, terlihat PPKP selatan beberapa kali menanyakan kondisi yang dilaporkan oleh masinis. (ES) 

Berita Terkait

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain
Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid
Jenderal Suyudi Ario Seto Kapolri Baru Ternyata Pernah Jadi Cover Boy Tahun 1988, Ini Fotonya!
Alang-alang di Cilincing Jakut Terbakar, Dipicu Bocah Main Korek Api
Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi
Profil Komjen Suyudi Ario Seto: ‘Jenderal Reserse’ Pilihan Prabowo untuk Pimpin Polri
Prabowo Berdoa di Sumur Maut Lubang Buaya, Diiringi Lagi Gugur Bunga
Jantung Berhenti di Tengah Perjalanan: Driver Ojol Meninggal Mendadak di Ciputat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Jenderal Suyudi Ario Seto Kapolri Baru Ternyata Pernah Jadi Cover Boy Tahun 1988, Ini Fotonya!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Alang-alang di Cilincing Jakut Terbakar, Dipicu Bocah Main Korek Api

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi

Berita Terbaru