Depok – Malam yang seharusnya tenang di Grand Depok City (GDC) nyaris jadi arena kejahatan serius. Beruntung, Tim Jaguar Presisi Polresta Depok berhasil menggagalkan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh dua pelaku bersenjata golok. Kejadian Selasa (23/9) malam ini membuktikan kesigapan aparat, sekaligus pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman curanmor.
Ipda Suwinta, Katim 2 Jaguar Presisi Polresta Depok, menjelaskan kronologi penangkapan yang cepat. Saat timnya berpatroli rutin di GDC, perhatian petugas tertuju pada dua pengendara motor. Gerak-gerik mereka mencurigakan; mondar-mandir tanpa tujuan jelas, seolah mengamati situasi atau mencari target. Insting tajam polisi segera menangkap sinyal bahaya, mendorong tim langsung bertindak.
Tanpa ragu, Tim Jaguar menghentikan dan memeriksa kedua pria. Reaksi gelisah mereka menguatkan dugaan. Saat digeledah, petugas terkejut menemukan sebilah golok tajam di balik pakaian salah satu pelaku. Peralatan khas curanmor seperti kunci leter T dengan tiga anak kuncinya juga diamankan, bersama sebuah motor lain yang terparkir mencurigakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah interogasi, kedua pelaku tak dapat mengelak. Mereka mengakui bahwa motor berpelat nomor F yang mereka bawa adalah hasil curian yang baru saja dilakukan di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 23.00 WIB. Temuan ini segera ditindaklanjuti dengan koordinasi cepat antara Tim Jaguar Polresta Depok dan Polsek Cileungsi untuk penanganan hukum sesuai lokasi kejadian perkara.
Ipda Suwinta merinci peran pelaku. K adalah “pemetik” yang merusak kunci motor, sedangkan D.S “joki” yang mengawasi dan membawa motor operasional. Mereka beraksi menggunakan dua motor: satu plat F hasil curian, satu plat B operasional. Keduanya dari Cianjur, Jawa Barat, menunjukkan pola operasi lintas wilayah.
Keberhasilan Tim Jaguar ini patut diapresiasi tinggi. Patroli rutin mereka adalah wujud nyata komitmen menjaga keamanan. Penemuan golok pada pelaku menunjukkan potensi bahaya besar. Tanpa respons cepat ini, bukan hanya kerugian materi, tapi juga potensi kekerasan atau ancaman nyawa. Aksi heroik ini mencegah insiden lebih besar bagi warga GDC.
Pencurian kendaraan bermotor memang menjadi salah satu kejahatan jalanan paling meresahkan. Modus operandi pelaku terus berkembang, dari kunci T hingga kini seringkali disertai senjata tajam. Masyarakat perlu memahami bahwa kelengahan sedikit saja bisa dimanfaatkan. Kejadian di GDC ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan demi menjaga harta benda dan keselamatan.
Maka dari itu, pihak kepolisian tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Gunakan selalu kunci ganda pada kendaraan, parkir di tempat aman dan terang, serta pertimbangkan alarm atau GPS tracker. Jangan biarkan kunci kontak menggantung atau motor terparkir tanpa pengawasan. Jika melihat gerak-gerik mencurigakan, segera lapor pihak keamanan terdekat atau call center polisi. Keamanan adalah tanggung jawab bersama.
Terakhir, masyarakat yang merasa kehilangan motor dengan ciri-ciri serupa (terutama plat F hasil curian) diimbau segera melapor ke Polsek Cileungsi atau kantor polisi terdekat dengan bukti kepemilikan sah. Ini kesempatan mendapatkan kembali hak Anda. “Tetap waspada,” pungkas Ipda Suwinta, menekankan pentingnya kolaborasi polisi dan masyarakat menciptakan lingkungan aman. (ES)






