JAKARTA – Kecamuk pikiran tak terhingga mungkin tengah melanda seorang mahasiswa di Jakarta, setelah laptop MacBook dan tablet iPad miliknya raib dari dalam bus Transjakarta. Insiden ini, yang terjadi pada Jumat, 4 September, di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bukan sekadar kehilangan perangkat elektronik biasa. Di dalamnya tersimpan berbulan-bulan kerja keras dan bahan skripsi yang krusial, kini terancam hilang begitu saja. Tragisnya, rekaman kamera pengawas (CCTV) bus menangkap momen ketika seorang pria tak dikenal mengambil barang berharga tersebut.
Peristiwa bermula saat pemilik perangkat, yang identitasnya tidak disebutkan, turun dari bus Transjakarta di Jalur 3 Blok M. Baru setelah beberapa waktu, ia menyadari tas berisi MacBook dan iPad-nya tertinggal di dalam kendaraan umum tersebut. Panik melanda, ia segera berupaya menelusuri jejak barang miliknya. Harapan muncul ketika rekaman CCTV bus diperiksa, yang memang menunjukkan tas tersebut masih berada di kursi. Namun, harapan itu segera berubah menjadi kecemasan saat rekaman berlanjut.
Dalam tayangan CCTV yang beredar luas, terlihat jelas perangkat yang tertinggal masih berada di tempatnya. Tak berselang lama, seorang pria dengan pakaian berwarna merah mendekati kursi tersebut. Dengan gestur yang terekam kamera, pria itu mengambil tas yang berisi MacBook dan iPad tersebut, lalu pergi. Momen ini menjadi bukti kunci dalam upaya pencarian dan pengembalian barang berharga sang mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang, kehilangan laptop atau tablet mungkin hanya berarti kerugian materi. Namun, bagi korban kali ini, dampaknya jauh lebih dalam. Ia mengungkapkan bahwa kedua perangkat elektronik tersebut memiliki nilai yang sangat vital lantaran menyimpan sejumlah besar bahan skripsi yang tengah ia kerjakan. Hilangnya data-data tersebut bukan hanya menghambat progres studinya, tetapi juga menimbulkan beban psikologis yang berat. “Karena itu, pemilik berharap MacBook dan iPad tersebut dapat segera ditemukan dan dikembalikan,” demikian disampaikan sumber informasi yang beredar.
Penggunaan CCTV dalam kasus ini menyoroti peran krusial teknologi pengawasan dalam membantu mengungkap tindak kejahatan atau kehilangan barang di ruang publik. Tanpa rekaman tersebut, pelacakan pelaku akan menjadi jauh lebih sulit, bahkan mustahil. Rekaman ini kini menjadi tumpuan utama bagi pihak kepolisian untuk mengidentifikasi dan melacak pelaku.
Tak menunggu lama, kasus kehilangan ini segera dilaporkan ke Polsek Metro Kebayoran Baru pada hari yang sama dengan kejadian, yakni Jumat, 4 September. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat menanggapi laporan tersebut. Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru, AKP Andre JR Simamora, membenarkan bahwa laporan polisi (LP) telah dibuat dan proses penyelidikan sedang berlangsung intensif.
“Sudah buat LP (laporan polisi) di Polsek, sementara masih proses lidik,” kata AKP Andre JR Simamora kepada wartawan di Jakarta pada Rabu, 9 September. Hingga tanggal tersebut, polisi masih berupaya keras menelusuri identitas pria yang terekam dalam CCTV. Andre menegaskan bahwa sosok tersebut belum berhasil diidentifikasi. “Belum, masih proses lidik,” tambahnya, menunjukkan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal namun terus berjalan.
Polisi terus mengumpulkan informasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui rangkaian kejadian secara detail, serta menelusuri keberadaan MacBook dan iPad yang dilaporkan tertinggal tersebut. Kasus ini juga telah menarik perhatian publik setelah informasi mengenai hilangnya barang tersebut beredar luas di media sosial, khususnya melalui akun Instagram @seputar_jaksel. Harapannya, dengan bantuan publik dan kerja keras aparat, pria yang terekam CCTV dapat segera teridentifikasi dan barang-barang berharga milik mahasiswa tersebut bisa kembali ke tangan pemiliknya.(mw)






