Teriakan Histeris Keluarga Matel di Hadapan 6 Polisi Pengeroyoknya... - A1 Faktual

Teriakan Histeris Keluarga Matel di Hadapan 6 Polisi Pengeroyoknya…

- Editor

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sidang enam anggota Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri yang mengeroyok dua petugas debt collector atau mata elang hingga tewas di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026), diwarnai teriakan keluarga korban.

Keenam terdakwa adalah Ahmad Marz Zulqadri (Terdakwa 1), Ilham Adjie Maulana (Terdakwa 2), M. Irfan Akbar Batubara (Terdakwa 3), Baginda Nurhidayat (Terdakwa 4), Jefry Leo Agusta (Terdakwa 5), dan Raafi Ghaffaar Wahhab (Terdakwa 6).

Para terdakwa akhirnya mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan nomor perkara 295/Pid.B/2026/PN JKT.SEL, peristiwa penganiayaan ini bermula pada 11 Desember 2025.

Usai beraktivitas di PTIK, para terdakwa berencana makan durian di kawasan Pancoran.

Di perjalanan, Terdakwa Ahmad Marz Zulqadri merasa dibuntuti oleh dua pria bermotor dan mengirimkan pesan meminta bantuan ke grup percakapan rekan-rekannya.

Setibanya di depan warung seafood sekitar TMP Kalibata, ia diadang oleh dua pria yang menyebut bahwa sepeda motor Yamaha NMAX yang dikendarainya menunggak pembayaran.

Tak lama kemudian, dua rekan pelaku penyetopan, yakni korban Novergo Ariyanto Tanu dan Miklon Edisafat Tanone tiba di lokasi.

Dua rekan korban berhasil melarikan diri ketika situasi memanas, meninggalkan Novergo dan Miklon yang kemudian dikeroyok oleh para terdakwa hingga tewas.

Sidang memanas

Suasana ruang sidang memanas saat JPU dan Majelis Hakim memeriksa para terdakwa secara bergiliran.

Beberapa terdakwa sempat berdalih bahwa kondisi lokasi kejadian sangat kacau atau chaos dan menyebut ada massa warga serta ojek online yang berteriak “maling” atau “begal” ikut melakukan pemukulan.

Pernyataan tersebut memicu emosi istri korban di kursi penonton yang berteriak histeris menuding para terdakwa berbohong.

“Bohong kalian! Ngarang itu!” teriaknya dari kursi penonton sidang.

Ketegangan berlanjut saat Majelis Hakim memutar video kejadian untuk memverifikasi kesaksian.

“Itu warga enggak ada yang pukul, cuma kalian aja!” seru istri korban saat video diputar oleh Majelis Hakim. (ES) 

Berita Terkait

Napi Tewas dalam Ribut Maut di Sel Isolasi Lapas Balikpapan, Polisi Terjunkan Tim Usut Dugaan Pidana
Pistol Mainan Anak’ Ucap Polisi Gadungan Dikeroyok Warga Karena Palak Pegawai Apotek di Duren Sawit
2 Pencuri HP Ditangkap di Jakarta Timur
Bawa Sabu buat Tahanan PN Jakpus, Pengunjung Sidang Positif Narkoba
“Adik Saya Dibawa Ibu-Ibu Jahat” Bocah 9 Tahun Korban Penculikan di Kalideres Saat Ditemukan Warga
Dikira Begal, 2 Pemuda Bawa Celurit di Tanah Kusir Ternyata Pelaku Tawuran
Sedan Mewah BMW Dipakai Selundupkan 50 Kg Sabu di Bakauheni, 3 Kurir Terancam Hukuman Mati!
Kejutan Ulang Tahun Jadi Tragedi Berdarah, Suami Bunuh Pria Lain di Kamar Istri

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Teriakan Histeris Keluarga Matel di Hadapan 6 Polisi Pengeroyoknya…

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Napi Tewas dalam Ribut Maut di Sel Isolasi Lapas Balikpapan, Polisi Terjunkan Tim Usut Dugaan Pidana

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Pistol Mainan Anak’ Ucap Polisi Gadungan Dikeroyok Warga Karena Palak Pegawai Apotek di Duren Sawit

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:26 WIB

2 Pencuri HP Ditangkap di Jakarta Timur

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:20 WIB

“Adik Saya Dibawa Ibu-Ibu Jahat” Bocah 9 Tahun Korban Penculikan di Kalideres Saat Ditemukan Warga

Berita Terbaru

Jakarta

2 Pencuri HP Ditangkap di Jakarta Timur

Jumat, 2 Okt 2026 - 13:26 WIB