JAKARTA – Kisah pilu menimpa seorang karyawan cafe di Jalan Layur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Saat sebagian besar warga terlelap, ia justru berjibaku dengan pekerjaan lembur di cafe tempatnya mencari nafkah. Namun, di tengah kesibukannya, nasib nahas justru menyambangi. Sepeda motor kesayangannya, sebuah Yamaha N-Max, raib digondol kawanan maling, Minggu (27/9/2026) dini hari. Kejadian ini tak hanya menyisakan kerugian materi, namun juga duka mendalam bagi sang karyawan yang tengah berjuang mencari rezeki.
Peristiwa pencurian ini terjadi sekitar pukul 04.43 WIB. Dua orang pelaku berhasil membawa kabur Yamaha N-Max milik pegawai kafe tersebut. Aksi mereka yang cepat dan terorganisir terekam jelas oleh kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi. Rekaman tersebut menjadi bukti tak terbantahkan bagaimana para pencuri itu mengincar dan melancarkan aksinya di tengah sepinya dini hari, seolah tak takut dengan keberadaan CCTV.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat jelas kedua pelaku datang berboncengan mengendarai sepeda motor. Salah satu pelaku, yang kemudian bertindak sebagai eksekutor, turun dari kendaraannya. Dengan tenang, ia memantau dan mengamati situasi di area kafe. Mengenakan helm, jaket abu-abu, serta celana pendek, gerak-geriknya tampak profesional dan sudah terlatih. Setelah merasa situasi aman dan tak ada yang mengawasi, pelaku pertama langsung bergerak cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa membuang waktu, pelaku kemudian menghampiri sepeda motor Yamaha N-Max korban. Betapa mudahnya tugas sang maling, karena sepeda motor tersebut ternyata tidak terkunci stang. Dengan sigap, pelaku memundurkan motor tersebut. Tak lama berselang, rekan pelaku yang sebelumnya menunggu di belakang, langsung menghampiri. Mereka berdua kemudian membawa kabur sepeda motor korban dengan cara “distut” atau didorong menggunakan kaki oleh salah satu pelaku, sebuah modus lama namun masih sering berhasil di daerah yang sepi.
Kejadian ini semakin mempertegas kerawanan area Pulogadung terhadap aksi pencurian sepeda motor. Petugas keamanan kafe, Yunus, mengaku bahwa insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi di lingkungan tugasnya. Dua hari sebelum pencurian Yamaha N-Max tersebut, Yunus bahkan sempat berhadapan langsung dengan empat pelaku pencuri sepeda motor yang mengintai tempatnya. Gerak-gerik mencurigakan dari keempat orang tak dikenal itu membuat Yunus siaga dan menaruh curiga.
Yunus menceritakan, saat itu empat pelaku mengincar sebuah sepeda motor Honda PCX berwarna merah. Kunci motor tersebut bahkan sudah berhasil dijebol oleh para pencuri. Namun, berkat kesigapan Yunus yang sedang berjaga dan kemunculannya yang tak terduga, para pelaku gagal membawa kabur motor incaran mereka. “Dia hari pertama itu ngincar sepeda motor PCX merah, sudah dijebol kuncinya tapi karena ada saya, mereka gagal bawa kabur,” ujar Yunus dengan nada tegas, Senin (28/9/2026), menggambarkan keberhasilannya mengagalkan upaya pencurian.
Kewaspadaan Yunus pada saat itu memang bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah mendapatkan informasi dari para pegawai kafe bahwa mereka akan lembur kerja sampai pagi hari. Oleh karena itu, Yunus pun memutuskan untuk berjaga di depan kafe hingga para pegawai benar-benar pulang atau menyelesaikan pekerjaan lemburnya. Sebuah dedikasi yang patut diacungi jempol untuk menjaga keamanan lingkungan kerjanya dari ancaman kejahatan.
Namun, dua hari setelah insiden percobaan pencurian PCX, Yunus tidak mendapatkan kabar lagi dari para pegawai jika ada yang akan lembur kerja hingga dini hari. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku pencurian sepeda motor. Dengan area yang lumayan sepi dan tanpa penjagaan ketat, pintu gerbang bagi para maling terbuka lebar untuk melancarkan aksinya tanpa hambatan berarti.
“Kan di sini lumayan sepi juga. Posisinya kalau dilihat itu sepertinya enggak dikunci stang. Kan enggak idup motornya, distut sama pelaku,” tutur Yunus menjelaskan detail kejadian yang dilihatnya dari rekaman CCTV. Ia menambahkan bahwa lokasi kafe tempatnya berjaga memang sangat rawan aksi pencurian sepeda motor, khususnya pada malam hingga menjelang pagi hari, jam-jam di mana orang lengah dan suasana masih gelap gulita.
Kejadian pilu ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap aset pribadi, terutama kendaraan bermotor. Bagi karyawan kafe yang motornya raib, ini bukan sekadar kehilangan barang, melainkan juga kehilangan alat transportasi utama untuk mencari nafkah dan menopang hidup. Aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan meringkus para pelaku agar tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang. Kejadian ini juga menjadi cermin bahwa ancaman kejahatan bisa datang kapan saja, bahkan di tengah kesibukan mencari rezeki halal. (Mw)






