JAKARTA – Sejumlah ruas jalan berpotensi padat selama aksi unjuk rasa dari kelompok buruh di dekat mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Aksi akan digelar di Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Jalan Gatot Subroto dekat DPR/MPR RI, dan sekitar Monumen Nasional (Monas).
Untuk itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengimbau pengendara untuk menggunakan jalur alternatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi kegiatan untuk mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap nyaman dan lancar,” ujar Firman dalam keterangan tertulis, Rabu (23/2026).
Denny Indrayana Heran Bawaslu Tidak Punya Akses Verifikasi Berkas Gibran
Pengendara dari arah simpang Semanggi menuju Slipi dapat menggunakan Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan Bendungan Hilir, Jalan Pejompongan sampai ke Jalan Letjen S. Parman.
Kemudian, dari Jalan Gatot Subroto ke Slipi, pengendara bisa berbelok ke Jalan Gerbang Pemuda lanjut ke Patal Senayan-Tentara Pelajar sampai ke Jalan Letjen S. Parman.
Sebaliknya, dari Jakarta Barat ke arah Monumen Nasional, alternatif yang dapat digunakan melalui Jalan Tomang Raya ke Jalan Suryopranoto, melewati lampu merah Harmoni sampai ke Monas.
Dari Jakarta Selatan, pengendara diarahkan melewati Jalan Kapten Tendean berbelok ke Jalan H. R. Rasuna Said-H.O.S. Cokroaminoto ke Tugu Tani-Monas.
Sementara dari Jakarta Timur, pengendara bisa langsung menggunakan Jalan Jatinegara ke Jalan Kramat Raya sampai ke Tugu Tani-Monas.
Jumlah massa aksi
Diperkirakan ada 50.000 buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) yang akan menggelar aksi di dekat Mal Grand Indonesia besok, Kamis (24/9/2026).
“Total mencapai 50.000 (buruh), dan titik aksi itu ada nanti di Jalan Thamrin Jakarta, di samping Grand Indonesia,” kata Wakil Presiden KSPSI Ahmad Supriyadi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026).
Massa aksi akan datang menggunakan sepeda motor dari berbagai wilayah. Mulai dari Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta.
Nantinya, para buruh akan menyampaikan petisi terkait substansi RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang diinginkan buruh.
“Kami akan menyampaikan petisi kepada Pemerintah Indonesia dalam hal ini kepada Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo Subianto yang di dalam isi petisi tersebut adalah berisi kepada substansi-substansi UU Perlindungan Ketenagakerjaan sebagaimana yang diinginkan para buruh,” tutur Ahmad.(ES)






