Maling Motor Bertato 'Bad Boys' di Cilincing: Menguak Jejak Geng Kriminal yang Bikin Resah Jakut Bertahun-tahun - A1 Faktual

Maling Motor Bertato ‘Bad Boys’ di Cilincing: Menguak Jejak Geng Kriminal yang Bikin Resah Jakut Bertahun-tahun

- Editor

Sabtu, 19 September 2026 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MR, pelaku pencurian kendaraan bermotor.

i

MR, pelaku pencurian kendaraan bermotor.

JAKARTA – Sebuah tato memang bisa bercerita banyak, bahkan lebih dari sekadar goresan tinta di kulit. Di tangan kanan MR, seorang pria yang baru-baru ini diringkus karena aksi pencurian motor di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, terukir jelas tulisan “Bad Boys”. Tato itu bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan cap keanggotaan sebuah geng kriminal yang namanya sudah malang melintang dan bikin resah warga Jakarta Utara sejak bertahun-tahun silam. Penangkapan MR seolah membuka kembali lembaran kelam sepak terjang kelompok yang kerap menebar teror di jalanan ini.

Geng “Bad Boys” bukan nama baru dalam daftar hitam kepolisian di wilayah Jakut dan sekitarnya. Sejak setidaknya tahun 2018, nama kelompok ini sudah berulang kali muncul dalam berbagai kasus kejahatan. Catatan kepolisian menunjukkan, aparat telah berkali-kali meringkus anggotanya, bahkan pernah menembak mati salah satu dari mereka dalam upaya penegakan hukum. Kisah geng ini adalah cerminan betapa gigihnya perjuangan aparat melawan jaringan kriminal yang terorganisir.

Komplotan Bad Boys dikenal sebagai geng yang tak segan melakukan berbagai aksi kejahatan serius, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, perampokan, hingga pembegalan yang meresahkan. Modus operandi mereka beragam, namun hasilnya selalu sama: merugikan dan menakut-nakuti masyarakat. Ciri khas lainnya, banyak di antara anggota geng ini adalah residivis, alias pelaku kejahatan kambuhan yang sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Tak jarang, mereka juga memiliki tato bertuliskan nama geng mereka di bagian tubuh, persis seperti yang ditemukan pada MR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

MR sendiri ditangkap pada Selasa malam pekan lalu, di Jalan Malaka II, Kelurahan Rorotan, Cilincing. Malam itu, ia beraksi bersama seorang temannya. Target mereka adalah sebuah motor yang diparkir korban bersama anaknya di pinggir jalan, dengan kunci yang masih menggantung. Kesempatan emas itu langsung dimanfaatkan oleh MR dan rekannya. Namun, nasib berkata lain. Aksi mereka kepergok warga setempat. Dalam kepanikan, teman MR berhasil kabur, meninggalkan MR yang akhirnya diamankan oleh warga sekitar sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Cilincing Iptu Syaiful Hidayat membenarkan bahwa MR bukan orang baru dalam dunia kriminal. “Yang bersangkutan adalah residivis, bahwasanya sering melakukan aksinya di Tanjung Priok, Rorotan, dan Cilincing,” ungkap Syaiful. Lebih jauh terungkap, MR adalah seorang pecandu narkoba jenis sabu. Uang hasil kejahatan yang ia peroleh dari mencuri motor sering kali digunakan untuk membeli barang haram tersebut. Ini adalah lingkaran setan yang kerap menjebak para pelaku kejahatan: kecanduan yang mendorong mereka kembali beraksi, dan hasil kejahatan yang kembali dibelanjakan untuk menuruti kecanduan.

Keberadaan tato “Bad Boys” pada MR bukan sekadar kebetulan, melainkan bukti kuat keterlibatannya dalam jaringan geng kriminal tersebut. Tato itu menjadi semacam identitas, pengikat, sekaligus penanda bagi anggota Bad Boys yang sudah lama beroperasi di wilayah Jakarta Utara, khususnya di area-area rawan seperti Tanjung Priok, Rorotan, dan Cilincing. Penangkapan MR ini sekali lagi menegaskan bahwa perjuangan melawan kejahatan terorganisir, apalagi yang dikaitkan dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, adalah tantangan yang kompleks dan berkelanjutan bagi aparat penegak hukum.

Kasus MR dan tato “Bad Boys” di tangannya menjadi pengingat pahit bahwa geng-geng kriminal semacam ini masih eksis dan terus mencari celah untuk beraksi. Mereka bukan hanya mengancam keamanan dan ketenangan warga, tetapi juga menjadi simpul dari berbagai masalah sosial seperti residivisme dan penyalahgunaan narkoba. Vigilansi masyarakat dan kerja keras kepolisian mutlak diperlukan untuk memutus rantai kejahatan yang telah lama membelenggu sebagian wilayah Jakarta Utara ini. Semoga penangkapan MR bisa menjadi langkah awal untuk membongkar lebih jauh jaringan “Bad Boys” dan memberi rasa aman yang lebih baik bagi warga.(MW) 

Ditulis oleh:
Muhibuddin Wali

Berita Terkait

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain
Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid
Jenderal Suyudi Ario Seto Kapolri Baru Ternyata Pernah Jadi Cover Boy Tahun 1988, Ini Fotonya!
Alang-alang di Cilincing Jakut Terbakar, Dipicu Bocah Main Korek Api
Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi
Nyamar Jadi Petugas, Maling BTS Tower Rp 481 Juta di Tangerang Diringkus
Profil Komjen Suyudi Ario Seto: ‘Jenderal Reserse’ Pilihan Prabowo untuk Pimpin Polri
Prabowo Berdoa di Sumur Maut Lubang Buaya, Diiringi Lagi Gugur Bunga

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Warga Harap Bisa Bayar ETLE di SIGNAL Korlantas: Biar Tak Perlu ke Aplikasi Lain

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Jenderal Suyudi Ario Seto Kapolri Baru Ternyata Pernah Jadi Cover Boy Tahun 1988, Ini Fotonya!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Alang-alang di Cilincing Jakut Terbakar, Dipicu Bocah Main Korek Api

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi

Berita Terbaru