JAKARTA – Ingat dengan insiden wanita yang sempat viral di media sosial karena aksi menghirup kamper dan menyebabkan kegaduhan di dalam kereta rel listrik (KRL)? Rupanya, sosok tersebut kembali mencoba peruntungan naik KRL, meski statusnya sudah diblokir atau di-blacklist oleh KAI Commuter Indonesia (KCI). Namun, kesigapan petugas dan sistem pemantauan canggih berhasil mencegahnya kembali membuat onar.
Video penindakan terhadap wanita tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menunjukkan saat dirinya dievakuasi oleh petugas keamanan di stasiun. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat (11/9) sekitar pukul 21.25 WIB. Wanita tersebut diamankan dari Commuter Line No.1529 yang melayani rute Nambo-Jakarta Kota.
Karina menegaskan bahwa pengamanan penumpang wanita itu dilakukan berdasarkan kombinasi sistem pemantauan di stasiun, khususnya CCTV Analytics, serta laporan dari penumpang lain yang mengenali dan merasa terganggu. Langkah cepat ini merupakan komitmen KAI Commuter dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Commuter Line. “Penanganan cepat ini berawal dari integrasi sistem pemantauan CCTV Analytics serta laporan dari pengguna yang sebelumnya membuat kegaduhan dan merasa terganggu oleh aksi salah satu penumpang yang mengisap kamper di dalam kereta,” ujar Karina dalam keterangannya, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman video yang beredar, tampak jelas penumpang wanita itu didampingi oleh petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) bersama tim pengamanan stasiun, keluar dari gerbong KRL. Meskipun sempat terlihat menolak dan melakukan perlawanan ringan, wanita tersebut akhirnya berhasil diamankan di Stasiun Cawang setelah petugas memberikan penjelasan secara persuasif mengenai regulasi serta tata tertib yang berlaku selama perjalanan KRL. Petugas PAM Walka yang sedang berpatroli langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan, menunjukkan respons cepat dalam mengatasi potensi gangguan.
Sebagai informasi tambahan, insiden ini bukan kali pertama wanita tersebut membuat kehebohan. Sehari sebelumnya, pada Kamis (10/9) sore, ia sempat membuat geger di KRL rute Manggarai-Bogor dengan aksi yang sama, yakni marah-marah dan menghirup kamper. Elsa, salah satu penumpang yang menjadi korban kemarahannya, menceritakan pengalamannya. “Dia marah-marah udah dari awal masuk kereta. Nggak lama (kemudian) geser ke tengah, bangunin orang-orang yang tidur, nggak ada yang bangun, barulah ke saya, saya ditepok-tepok agak kenceng, suruh bangun,” kenang Elsa. Selain itu, wanita tersebut juga sempat makan dengan berantakan di gerbong khusus wanita paling depan, hingga akhirnya turun di Stasiun Tanjung Barat.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, sebelumnya telah menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan berulang kali mengenai perilaku wanita ini yang merugikan penumpang lain. Oleh karena itu, KCI mengambil tindakan tegas dengan memasukkan wanita tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist) melalui sistem CCTV Analytic. “Untuk mencegah pengguna tersebut naik Commuter Line kembali, juga supaya tidak mengganggu pengguna lainnya, KAI Commuter memberikan tindakan blacklist pengguna tersebut,” kata Leza, menunjukkan komitmen KAI Commuter terhadap kenyamanan penumpang.
Respons sigap petugas KAI Commuter ini mendapat banyak apresiasi dari para pengguna KRL. Mereka memuji kecepatan penanganan laporan terkait hal-hal yang mengganggu kenyamanan sesama penumpang. KAI Commuter sendiri secara berkesinambungan mengimbau seluruh pengguna jasa untuk senantiasa mematuhi aturan yang berlaku dan saling menghormati kenyamanan satu sama lain. Lebih lanjut, Karina mengajak seluruh pengguna KRL untuk tidak ragu berperan aktif menjaga ketertiban, baik dengan melapor langsung kepada petugas terdekat maupun memanfaatkan saluran aduan resmi yang telah tersedia. (ES)






