DEPOK – Kisah pilu nan mengagetkan datang dari Depok, Jawa Barat, menimpa salah satu pahlawan kita, seorang anggota pemadam kebakaran (Damkar) bernama Aryo. Di tengah kesibukannya melayani masyarakat, ponsel miliknya raib dicuri saat ia tengah santap siang di sebuah warteg sederhana di kawasan Pancoran Mas, Depok. Ironisnya, momen tak terduga ini terjadi ketika ponselnya sedang diisi daya, dan seluruh aksinya terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV), lantas menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Peristiwa yang mengundang simpati publik ini terjadi pada Senin, 14 September 2026, siang, di sebuah warteg yang berlokasi di Jalan Raya Cipayung, Depok. Saat itu, Aryo bersama beberapa rekan kerjanya dari Damkar Depok sedang beristirahat makan siang setelah menjalani tugas mulia mendistribusikan air di area tersebut. Sebuah kebiasaan lumrah di era digital ini, Aryo pun memanfaatkan kesempatan itu untuk numpang ngecas ponselnya yang mungkin sudah kehabisan daya, meletakkannya di atas etalase warteg yang dianggap aman.
Dari rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat bagaimana seorang pria tak dikenal dengan jaket cokelat tiba-tiba muncul dan beraksi cepat. Tanpa menimbulkan kecurigaan, ia mendekati etalase, dengan lihai mengambil ponsel Aryo yang tengah terhubung dengan pengisi daya. Setelah berhasil menggasak barang berharga tersebut, pelaku dengan santainya membayar makanannya dan buru-buru meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Semua terjadi begitu cepat, dalam hitungan detik, seolah sudah direncanakan matang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen kepanikan Aryo terlihat jelas setelah ia menyadari ponselnya telah hilang. Ia sempat memegang pengisi daya yang sudah tak lagi terhubung dengan ponselnya, tatapan matanya menyiratkan kebingungan dan kekecewaan yang mendalam. Rekan korban, Khairul, menuturkan kronologi kejadian tersebut kepada wartawan pada Selasa (15/9), sehari setelah peristiwa nahas itu terjadi. “Jadi lagi mau distribusi air ke daerah sini, terus sebelum distribusi kita makan siang,” ujar Khairul, menjelaskan latar belakang mereka berada di warteg tersebut. Ia menambahkan, “Nah terus numpang ngecas di warteg. Ternyata HP-nya diambil orang. Kita lagi makan siang di warteg.”
Kehilangan ponsel di zaman sekarang bukan hanya soal kehilangan alat komunikasi, tetapi juga akses ke berbagai aspek kehidupan pribadi dan finansial. Ponsel seringkali menyimpan data pribadi, foto berharga, hingga akses ke aplikasi perbankan digital atau m-banking. Khairul memastikan bahwa Aryo tidak tinggal diam. “Katanya dia (korban) udah buat laporan polisi dan blokir m-banking-nya juga,” tutup Khairul, memberikan sedikit kelegaan bahwa tindakan cepat sudah diambil untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Insiden ini menjadi pengingat bagi kita semua, betapa pentingnya selalu waspada terhadap barang bawaan, terutama saat berada di tempat umum. Kebiasaan mengisi daya ponsel di tempat umum memang praktis, namun juga membuka celah bagi para pelaku kejahatan yang selalu mencari kesempatan dalam kelengahan. Apalagi bagi seseorang seperti Aryo, yang setiap harinya mendedikasikan diri untuk keselamatan orang lain, kehilangan seperti ini tentu terasa sangat memukul.
Pihak kepolisian diharapkan dapat segera menindaklanjuti laporan Aryo dan mengidentifikasi pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang ada. Semoga ponsel Aryo dapat ditemukan kembali, dan kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas untuk selalu menjaga keamanan barang pribadi, sekecil apapun itu, demi mencegah hal serupa terulang kembali. Kesigapan Damkar yang selalu siaga membantu masyarakat kini membutuhkan bantuan untuk mendapatkan kembali haknya.(ES)






