JAKARTA –Jakarta Timur dikejutkan dengan penangkapan dua orang pemuda terduga pelaku begal. Aksi aparat kepolisian ini tidak hanya menggagalkan potensi kriminalitas, tetapi juga mengungkap temuan mencengangkan: pisau belati hingga lima unit ponsel yang diduga kuat hasil kejahatan. Insiden ini menegaskan betapa pentingnya kehadiran petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di jam-jam rawan.
Kedua pemuda tersebut dicokok pada dini hari Rabu, 16 September 2026. Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras personel gabungan dari Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya dan Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Tim gabungan ini aktif melaksanakan patroli rutin di titik rawan Jakarta Timur sebagai upaya preventif menekan angka kriminalitas.
Pada sekitar pukul 04.35 WIB, petugas patroli menemukan dua pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan di Jalan Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo. Tanpa menunggu lama, personel langsung mengamankan dan melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan mereka dalam aksi kejahatan jalanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Barang bukti yang berhasil disita meliputi sebilah pisau belati, dua obeng, sebilah pisau cutter, dan sebuah tang. Temuan paling mencolok adalah lima unit telepon seluler, yang disinyalir merupakan hasil rampasan. Selain itu, petugas juga menyita satu kartu ATM, uang tunai Rp 282 ribu, serta satu unit sepeda motor yang diduga digunakan sebagai sarana aksi. Seluruh barang bukti dan kedua terduga pelaku kini telah diamankan di Polres Metro Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kedua pria tersebut beserta barang bukti dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Henik Maryanto. Kombes Henik menjelaskan, patroli gabungan ini adalah upaya preventif mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, terutama pada jam-jam rawan terjadinya tindak kriminal.
Kombes Henik juga menekankan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Kami terus mengarahkan personel untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah aksi kriminal dan memberikan rasa aman kepada warga,” imbuhnya. Patroli ini menjangkau lokasi strategis seperti PGC Cililitan, Jalan Mayjen Sutoyo, hingga Jalan Dewi Sartika, Cawang. Sasarannya tidak hanya begal, tetapi juga curas, curat, curanmor, tawuran, perjudian online, serta penipuan online, menunjukkan keseriusan aparat memberantas berbagai bentuk kejahatan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi aksi kejahatan. Ia mengajak masyarakat aktif melaporkan gangguan keamanan di lingkungan sekitar melalui layanan call center Polri 110. “Polri akan terus hadir di tengah masyarakat. Kami mengimbau masyarakat dapat memanfaatkan layanan 110 apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar,” kata Budi Hermanto.
Penangkapan dua pemuda terduga begal ini merupakan bukti nyata keberhasilan upaya preventif aparat kepolisian. Namun, keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan semakin sempit, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta Timur. Kewaspadaan dan kepedulian setiap individu menjadi kunci utama menjaga kondusifitas wilayah dari ancaman kriminalitas.(ES)






