JAKARTA – Dini hari yang sunyi di kawasan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/9) mendadak diwarnai aksi kekerasan brutal. Seorang pria berinisial WFM (27) harus dilarikan ke RSUD Koja setelah menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang tak dikenal. Insiden tragis ini kini menjadi fokus penyelidikan intensif Kepolisian Sektor Koja yang berkolaborasi dengan Polres Metro Jakarta Utara, berupaya membongkar motif dan meringkus empat pelaku yang kini tengah dalam pengejaran.
WFM ditemukan dengan luka bacok serius di bagian jari tangan kanan dan kiri, serta luka di pinggang belakang. Kondisi ini mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif untuk memulihkan diri dari serangan yang tak terduga tersebut. Sementara korban berjuang memulihkan diri, aparat kepolisian bergerak cepat mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus ini.
Kronologi Malam Berdarah dan Pertanyaan Misterius
Peristiwa nahas itu terjadi saat WFM sedang asyik nongkrong bersama beberapa saksi di Jalan Lagoa Sinar, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja. Suasana santai mereka mendadak berubah mencekam ketika dua orang tak dikenal menghampiri WFM dengan mengendarai sepeda motor. Tanpa basa-basi, salah satu pelaku melontarkan pertanyaan yang penuh misteri kepada korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Si bay, mana bay,” kata korban menirukan ucapan pelaku.
WFM, yang merasa tidak mengenal dan tidak mengetahui keberadaan orang yang ditanyakan, dengan jujur menjawab bahwa ia tidak tahu. Namun, jawaban tersebut tidak menghentikan niat jahat para pelaku. Tak lama berselang, dua pelaku lainnya menyusul, menambah jumlah penyerang menjadi empat orang. Tanpa peringatan, salah satu dari mereka langsung melayangkan senjata tajam ke arah WFM, menyebabkan luka parah yang kini dideritanya. Ibu korban yang syok segera membuat laporan polisi setelah WFM dilarikan ke rumah sakit.
Pihak kepolisian menerima informasi pembacokan tersebut pada Kamis (10/9) pukul 01.30 WIB. Tim piket reskrim Polsek Koja segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan jejak-jejak kekerasan dan mengumpulkan berbagai petunjuk, termasuk rekaman video yang diduga merekam aksi pidana tersebut.
Penyelidikan Intensif Memburu Pelaku
Kapolsek Koja, Kompol Andry Suharto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menuntaskan kasus ini. “Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar empat pelaku yang diduga melakukan pembacokan,” ujar Kompol Andry Suharto di Jakarta, Kamis. Ia menambahkan bahwa dalam upaya pengungkapan kasus, Polsek Koja bekerja sama erat dengan Polres Metro Jakarta Utara.
“Pelaku ini sudah terdeteksi dan masih dalam pencarian petugas,” kata Kompol Andry Suharto, memberikan petunjuk bahwa identitas para pelaku kemungkinan besar sudah berada dalam radar kepolisian.
Hingga saat ini, petugas telah mengambil keterangan dari dua orang saksi yang berada di lokasi kejadian saat pembacokan berlangsung. Keterangan dari saksi-saksi ini menjadi kunci penting untuk merekonstruksi ulang peristiwa dan mengidentifikasi para pelaku. Namun, baik korban maupun warga sekitar yang dimintai keterangan mengaku tidak mengenali para penyerang, menambah lapisan misteri di balik motif sebenarnya aksi brutal ini.
Meskipun demikian, kepolisian optimis dapat segera meringkus komplotan pembacok tersebut. Pengumpulan bukti, analisis rekaman video, dan informasi dari saksi-saksi diharapkan dapat segera membawa titik terang dalam kasus ini. Masyarakat Lagoa Sinar dan Koja pada umumnya menantikan keadilan ditegakkan, agar kejadian serupa tidak terulang dan rasa aman kembali tercipta di lingkungan mereka.(mw)






