Tragedi di Tamansari: Pasangan Kekasih Ditangkap Usai Buang Jasad Bayi Kandung - A1 Faktual

Tragedi di Tamansari: Pasangan Kekasih Ditangkap Usai Buang Jasad Bayi Kandung

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Generate AI)

i

Ilustrasi. (Generate AI)

JAKARTA – Kabar tragis dari Tamansari, Jakarta Barat, menyisakan duka sekaligus kemarahan publik. Aparat Kepolisian Sektor Metro Tamansari pada hari Rabu berhasil meringkus pasangan kekasih, R dan E, yang diduga kuat bertanggung jawab atas pembuangan jasad bayi kandung mereka. Penemuan jasad bayi perempuan yang terkubur di puing-puing rumah roboh di Kelurahan Keagungan, RT 05 RW 02, menjadi awal terkuaknya tabir kelam perbuatan keji yang dilakukan oleh kedua orang tua kandungnya sendiri.

Kronologi Penemuan dan Penangkapan

Kompol Bobby M. Zulfikar, Kapolsek Metro Tamansari, mengungkapkan detail miris penemuan jasad bayi malang tersebut. Lokasi yang dipilih para pelaku untuk menyembunyikan jejak kejahatan mereka adalah sebuah bangunan yang telah lama ambruk dan tak lagi berpenghuni.

“Kosong yang sudah tidak berbentuk rumah lah, ibaratnya gitu. Jadi ada bangunan kosong gitu yang sudah tidak ada atapnya. Di bawahnya itu kan ada tanah dan lain sebagainya, berantakan. Nah, dia (bayi) dikuburkan di situ,” jelas Kompol Bobby saat dihubungi media di Jakarta, Rabu, menggambarkan kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang terpencil dan tak terurus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses pembuangan dilakukan dengan cara yang terencana untuk menghilangkan bukti. Jasad bayi berjenis kelamin perempuan itu, yang baru saja dilahirkan, dibungkus rapat dengan selimut. Kemudian, bungkusan tersebut dimasukkan ke dalam sebuah kardus bekas. Seolah belum cukup, kardus berisi jasad bayi itu lantas dimasukkan lagi ke dalam karung goni, sebelum akhirnya dikuburkan secara dangkal di antara reruntuhan bangunan.

“Ditutup sama selimut, habis itu dikardusin, kemudian dikarung goniin,” tambah Kompol Bobby, memaparkan upaya sistematis pelaku untuk menyembunyikan tindakan mereka dari pandangan publik dan aparat.

Detik-detik Tragis Setelah Kelahiran

Penyelidikan awal yang dilakukan pihak kepolisian berhasil membongkar momen-momen mengerikan pasca kelahiran bayi tersebut. Kompol Bobby menjelaskan bahwa insiden tragis ini bermula dari kepanikan luar biasa yang melanda pasangan R dan E sesaat setelah bayi itu lahir. Mereka diduga tidak siap menghadapi kehadiran sang buah hati, apalagi dengan status hubungan mereka sebagai pasangan kekasih.

Saat bayi mungil itu mulai mengeluarkan tangisan pertama, alih-alih memberikan kehangatan dan kasih sayang, kedua orang tuanya justru diliputi rasa takut dan cemas. Dalam kondisi panik yang memuncak, R dan E diduga mengambil keputusan fatal. Mereka secara keji membungkam tangisan sang bayi dengan menutup mulutnya, sebuah tindakan yang berujung pada kematian.

“Setelah panik kemudian menutup mulut, ya mulut bayi ini karena nangis ya. Setelah itu ya henti (nafas), meninggal,” tutur Kompol Bobby, menggambarkan secara gamblang bagaimana nyawa tak berdosa itu direnggut hanya beberapa saat setelah menghirup udara dunia.

Setelah bayi dinyatakan tak bernyawa, pasangan kekasih itu kemudian memutuskan untuk menguburkan jasadnya. Pilihan lokasi jatuh pada bangunan roboh yang tak jauh dari tempat tinggal mereka, sebuah upaya untuk menutupi jejak kejahatan dan menghindari konsekuensi hukum atas perbuatan mereka yang tak berperikemanusiaan.

Saat ini, kedua pelaku, R yang merupakan laki-laki dan E sebagai perempuan, masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Metro Tamansari. Pihak kepolisian terus menggali informasi, mengumpulkan bukti, dan mendalami motif sebenarnya di balik tragedi ini. Proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan keadilan ditegakkan bagi bayi malang yang menjadi korban kekejian orang tuanya sendiri.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden pembuangan bayi di Indonesia, yang kerap kali dipicu oleh faktor kepanikan, ketidaksiapan orang tua, atau upaya menyembunyikan kehamilan di luar nikah. Tragedi di Tamansari ini diharapkan menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya dari tindakan semacam ini, serta urgensi untuk mencari bantuan dan dukungan apabila menghadapi situasi kehamilan yang tidak diinginkan, daripada mengambil jalan pintas yang merenggut nyawa tak berdosa dan berujung pada jerat hukum.(MW) 

Berita Terkait

Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid
Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi
Nyamar Jadi Petugas, Maling BTS Tower Rp 481 Juta di Tangerang Diringkus
Malam Mencekam di Bekasi: Rumah Dirusak Gerombolan Orang gegara Knalpot Bising!
Geger! Polda Banten Bongkar Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak, Satu Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun
Viral! Pria Bersimbah Darah Minta Tolong di Jakarta Pusat, Benarkah Pelaku Tawuran?
Heboh! Karyawan Andalan Diduga Dalang Penipuan Rp18 Miliar, Fasilitas Kantor Jadi Senjata Utama?

Mencekam! Niat Curi Mesin Pompa Air Berujung Petaka: Pencari Rongsok di Bogor Diciduk Warga

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kasus Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Guru ICM Diduga Lecehkan Murid

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Intip PIN Berbekal Tusuk Gigi, Sindikat Pencuri Lintas Provinsi di Subang Diringkus Polisi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Malam Mencekam di Bekasi: Rumah Dirusak Gerombolan Orang gegara Knalpot Bising!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Geger! Polda Banten Bongkar Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak, Satu Tersangka Terancam Penjara 5 Tahun

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Viral! Pria Bersimbah Darah Minta Tolong di Jakarta Pusat, Benarkah Pelaku Tawuran?

Berita Terbaru