BANDUNG – Bayangkan! Dini hari buta, saat kebanyakan orang masih terlelap, dua orang pria nekat melancarkan aksi kejahatan yang bisa mengganggu jutaan pengguna internet. Sasaran mereka? Kabel-kabel vital di salah satu tower provider seluler XL di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Namun, kali ini, kenekatan mereka berakhir ngenes. Bukan harta yang didapat, melainkan borgol dan sel jeruji besi.
Alarm Canggih Jadi Pahlawan Tak Terduga
Peristiwa pencurian kabel yang bikin geleng-geleng kepala ini terjadi baru-baru ini. Aksi nekat dua terduga pelaku ini ternyata tidak luput dari pantauan. Bukan karena ada warga yang berjaga, melainkan berkat sistem alarm canggih yang terpasang di tower tersebut. Alarm ini memang dirancang khusus untuk mendeteksi setiap aktivitas mencurigakan.
Kapolsek Cicalengka, Kompol Ade Rahmat, membenarkan adanya penangkapan dua terduga pelaku ini. “Sudah diamankan, dua orang, kabel tower provider XL,” terang Kompol Ade, seperti dikutip dari detikJabar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alarm tower yang berbunyi sekitar pukul 03.00 dini hari itu langsung mengirimkan notifikasi bahaya ke pusat kendali provider. Tak butuh waktu lama, tim dari pihak provider segera bergerak menuju lokasi kejadian. Mereka tiba setelah azan Subuh dan mendapati dua pelaku masih berada di area tower, entah sedang mencoba menyelesaikan aksinya atau panik karena alarm sudah berbunyi.
“Alarm jam 3, XL sampai subuh, lapor ke warga dan Polsek,” tambah Kompol Ade.
Detik-detik Dramatis: Bertahan di Atas Tower Hingga Menyerah
Drama belum berhenti di situ. Ketika tim provider dan warga tiba, kedua pelaku ternyata sempat mencoba bertahan di atas tower. Mereka seolah tak punya pilihan lain selain berharap bisa menghindar atau mencari celah untuk kabur. Namun, pelarian mereka dipastikan buntu setelah petugas kepolisian dari Polsek Cicalengka tiba di lokasi.
Tentu saja, kehadiran aparat penegak hukum membuat nyali kedua maling ini ciut. Momen penemuan pelaku terjadi sekitar pukul 04.30. Mereka yang awalnya enggan turun, akhirnya menyerah setelah beberapa jam berselang. “Ketahuan 04.30, ditunggu nggak turun, sampai jam 08.00 turun,” pungkas Kompol Ade.
Setelah menyerahkan diri, kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Cicalengka. Kini, mereka harus menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mempertanggungjawabkan perbuatan nekatnya.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang berniat melancarkan aksi kejahatan, terutama terhadap infrastruktur vital. Sistem keamanan yang semakin canggih dan respons cepat dari aparat penegak hukum kini semakin mempersempit ruang gerak para pelaku kriminal. Jangan harap bisa lolos begitu saja! Apalagi jika sudah ada alarm canggih yang siap jadi ‘malaikat pelindung’ infrastruktur. (ES)






