JAKARTA – Dunia kepolisian tanah air kembali digegerkan dengan keputusan besar! Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) secara resmi mengeluarkan dua surat telegram rahasia (STR) yang berisi daftar mutasi dan rotasi jabatan ratusan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Tak main-main, ada 424 pejabat di jajaran Korps Bhayangkara yang akan menempati posisi baru, termasuk sejumlah Kapolda strategis dan juga Karopenmas Divisi Humas Polri.
Perombakan masif ini tentu saja menjadi sorotan publik. Kebijakan ini disebut sebagai langkah penyegaran organisasi dan bagian dari tour of duty serta tour of area yang rutin dilakukan oleh institusi Polri. Namun, skala dan jumlah perwira yang terlibat kali ini menunjukkan adanya perubahan signifikan di tubuh kepolisian yang akan berdampak luas.
Dua Surat Telegram Jadi Saksi Perubahan
Mutasi ratusan pejabat tinggi Polri ini tertuang dalam dua Surat Telegram Rahasia Kapolri bernomor ST/2775/XII/KEP./2023 dan ST/2776/XII/KEP./2023. Keduanya ditandatangani oleh Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol Dedi Prasetyo atas nama Kapolri. Surat telegram tersebut dirilis pada tanggal 7 Desember 2023, menandai akhir tahun yang penuh dengan dinamika di tubuh Polri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari total 424 Pati dan Pamen yang bergeser posisi, beberapa nama besar dan jabatan krusial menjadi perhatian utama. Perubahan ini meliputi posisi Kapolda di beberapa provinsi, Wakapolda, Karopenmas Divisi Humas Polri, hingga Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) di Polda Metro Jaya.
Deretan Nama Penting yang Bergeser
Salah satu rotasi yang paling mencolok adalah pergantian beberapa Kapolda. Irjen Pol Djoko Poerwanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), kini mendapatkan amanah baru sebagai Kapolda Kalimantan Tengah. Posisi Kapolda Kalteng yang sebelumnya dipegang oleh Irjen Pol Nanang Avianto, kini berganti menjadi Kapolda Kalimantan Timur.
Tak sampai di situ, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Imam Sugianto dimutasi untuk mengisi posisi Kapolda Jawa Timur. Irjen Pol Imam Sugianto menggantikan posisi Irjen Pol Toni Harmanto yang akan memasuki masa pensiun. Perubahan ini menunjukkan adanya estafet kepemimpinan di jajaran Kapolda yang cukup signifikan.
Di jajaran Kapolda lainnya, Irjen Pol Tabana Bangun yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), kini digantikan oleh Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah. Sementara itu, Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono dipastikan tetap menjabat di posisinya, tidak termasuk dalam daftar mutasi kali ini.
Perubahan tak kalah penting juga terjadi di Divisi Humas Polri. Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, yang selama ini dikenal sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, dimutasi untuk mengisi posisi Wakapolda Kalimantan Selatan. Sebagai penggantinya, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko diamanahi sebagai Karopenmas yang baru. Trunoyudo sebelumnya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya, sehingga pengalaman di bidang kehumasan sudah tidak diragukan lagi.
Bukan hanya itu, jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya juga mengalami pergantian. Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang menjabat sebelumnya, kini digantikan oleh Kombes Pol Auliansyah Lubis. Pergeseran ini tentu akan membawa dinamika baru dalam penanganan kasus-kasus kejahatan khusus di wilayah ibu kota.
Penyegaran dan Tantangan Baru Polri
Menanggapi mutasi ini, pihak kepolisian melalui salah satu sumber internal menyebutkan bahwa kebijakan ini adalah hal lumrah dalam organisasi. “Ini adalah bagian dari penyegaran dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Rotasi jabatan penting untuk memberikan pengalaman baru bagi perwira serta memastikan kinerja Polri tetap optimal di berbagai wilayah,” ungkapnya.
Mutasi besar-besaran ini diharapkan dapat membawa semangat baru dan peningkatan kinerja di seluruh jajaran kepolisian. Dengan adanya rotasi ini, para pejabat yang menempati posisi baru diharapkan mampu membawa inovasi dan solusi untuk tantangan-tantangan yang ada di wilayah tugas masing-masing. Masyarakat tentu menaruh harapan besar agar perombakan ini berujung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang lebih baik.
Semoga dengan perombakan ini, Korps Bhayangkara semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok negeri. (MW)






