JAKARTA – Kematian misterius Sutrimo, pria yang ditemukan tak bernyawa di sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, 23 Juli 2026, terus menyita perhatian publik. Terbaru, tim kuasa hukum dari Febrie Adriansyah akhirnya angkat bicara, memberikan bantahan tegas terhadap spekulasi yang beredar luas mengenai status mendiang Sutrimo sebagai kepala rumah tangga (karumga).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Firman Wijaya, salah satu kuasa hukum Febrie Adriansyah, pada Rabu, 12 Agustus 2026. Firman menjelaskan bahwa peran Sutrimo di lokasi penemuan jasadnya jauh berbeda dari anggapan karumga yang selama ini ramai diperbincangkan. Menurutnya, almarhum lebih banyak bertindak sebagai penjaga bangunan yang sudah tidak beroperasi dan memang tinggal di sana.
“Jadi, posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan. Namun, lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana,” tegas Firman dalam keterangannya. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga Febrie Adriansyah Berduka dan Berharap Publik Tak Berspekulasi
Lebih lanjut, Firman Wijaya juga menyampaikan harapan dari keluarga Febrie Adriansyah. Mereka berharap agar peristiwa meninggalnya Sutrimo tidak serta-merta dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang ditangani oleh Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung. Keluarga meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Menurut informasi yang diketahui keluarga, Sutrimo sendiri telah lama mengidap penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun. “Keluarga berharap peristiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani Pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu,” jelas Firman.
Senada dengan Firman, kuasa hukum lainnya, Febri Diansyah, turut memberikan penjelasan. Ia mengklarifikasi bahwa bangunan kosong yang dimaksud, tempat ditemukannya jasad Sutrimo, adalah bekas klinik. “Bangunan kosong maksudnya yang klinik tersebut, bekas klinik,” ujar Febri.
Febri Diansyah juga menambahkan bahwa Febrie Adriansyah dan seluruh keluarga turut menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sutrimo. Pihak keluarga juga menghormati proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Mereka berharap agar proses hukum ini dapat mengungkap fakta sesungguhnya dan mengakhiri berbagai spekulasi atau asumsi yang tidak berdasar.
“Pak FA dan keluarga menghormati penyidikan yang sedang dilakukan Polda. Keluarga berharap dengan proses hukum tersebut fakta mengenai peristiwa ini menjadi lebih terang sehingga tidak terjadi spekulasi atau asumsi yang bukan-bukan,” ungkap Febri.
Detik-detik Penemuan dan Penyelidikan Awal
Sebelumnya, jasad Sutrimo ditemukan tewas di klinik tersebut. Tubuhnya kemudian dibawa dengan ambulans swasta oleh sekitar tiga hingga empat orang. Berdasarkan rekaman CCTV, jasad Sutrimo tiba di Rumah Sakit Fatmawati sekitar pukul 09.09 WIB pada Senin, 27 Juli 2026, dalam kondisi terbalut selimut biru.
Seorang perwakilan rumah sakit menjelaskan bahwa rombongan pengantar tidak memberikan informasi jelas mengenai hubungan mereka dengan Sutrimo. Mereka hanya meminta dokter untuk memeriksa kondisi Sutrimo, yang ternyata sudah dalam keadaan tidak bernapas.
Dalam lembar berita acara, seorang pria bernama Febrio Adiono tercatat sebagai penanggung jawab. Namun, latar belakang Febrio, termasuk profesinya, tidak diketahui oleh pihak rumah sakit. Dari pemeriksaan bagian luar tubuh, dokter tidak menemukan adanya luka atau tanda-tanda kekerasan pada jasad Sutrimo. Pihak rumah sakit lantas membersihkan jasad almarhum dan melepaskan selimut yang membalutnya.
Guna mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo, pihak kepolisian telah melakukan pembongkaran makam untuk autopsi. Proses ini melibatkan tim gabungan dokter forensik dan ahli DNA, menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam mengusut tuntas kasus ini.
Publik kini menantikan hasil penyelidikan Polda Metro Jaya agar misteri di balik kematian Sutrimo dapat terungkap terang benderang, sesuai harapan keluarga Febrie Adriansyah dan juga masyarakat luas.






