BOGOR – Kasus tewasnya seorang remaja berusia 16 tahun di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin menunjukkan babak baru yang mengejutkan. Setelah berminggu-minggu dalam penyelidikan intensif, pihak kepolisian berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku. Namun, ada pengakuan penting yang terungkap: orang yang ditangkap tersebut bukanlah pelaku utama yang menikam korban hingga tewas.
Satu Orang Diamankan, Perannya Terungkap
Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto membenarkan penangkapan tersebut. Dalam keterangannya pada Kamis, 8 Oktober 2026, ia menjelaskan bahwa terduga yang diamankan memang terlibat, namun bukan sebagai eksekutor utama. “Kalau sebagai pendalaman saya kemarin setelah kita amankan itu, dia bukan, bukan bukan sebagai pelaku dalam hal yang melakukan ini,” terang Kompol Maryanto.
Ia menambahkan, terduga pelaku tersebut berperan ikut serta dalam rombongan yang saat itu berada di lokasi kejadian. Kehadirannya dalam rangkaian peristiwa memang menjadi bagian penting dalam investigasi, meskipun ia bukan sosok yang melayangkan senjata tajam ke arah korban. “Cuman memang dia dalam rangkaiannya gitu. Cuman masih didalamin kemarin itu bukan, bukan pelakunya yang itu yang melakukan,” lanjut Kompol Maryanto, mengindikasikan bahwa proses pendalaman peran masih terus berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perburuan Pelaku Utama Terus Berlanjut
Dengan terungkapnya fakta ini, fokus polisi kini semakin tajam untuk memburu pelaku utama dan terduga lain yang terlibat langsung dalam aksi penusukan keji tersebut. Kapolsek Leuwiliang menegaskan bahwa timnya masih bekerja keras melakukan pendalaman dan pengejaran. “Masih dalam pendalaman (pelaku lainnya),” imbuhnya, menunjukkan komitmen kuat kepolisian untuk mengungkap tuntas siapa saja yang bertanggung jawab atas kematian remaja malang ini.
Dugaan Kuat Korban Salah Sasaran, Bukan Tawuran
Sejak awal penyelidikan, salah satu dugaan paling menonjol adalah bahwa korban merupakan salah sasaran. Kompol Maryanto kembali memperkuat dugaan ini berdasarkan keterangan dari terduga pelaku yang sudah diamankan. “Nah korban salah sasaran sebenarnya kalau dilihat dari cerita (pelaku) gitu,” ungkapnya.
Dugaan ini sekaligus menepis spekulasi bahwa insiden tersebut adalah tawuran antar kelompok remaja yang terencana. Menurut Maryanto, insiden ini lebih cenderung sebagai peristiwa yang terjadi secara spontan di jalan. “Kalau tawuran kan bukan. Karena kan di jalan ya namanya di jalan gitu ketemu dari di jalan,” jelasnya. Hal ini mengindikasikan bahwa korban mungkin hanya kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah, menjadi target yang keliru dari sekelompok orang yang berniat melakukan penyerangan.
Tragedi di Leuwisadeng: Luka Tajam Renggut Nyawa
Korban yang merupakan remaja berusia 16 tahun ditemukan tewas pada hari Kamis, 27 November 2025 lalu. Jasadnya ditemukan bersimbah darah di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Bogor. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka akibat senjata tajam di bagian paha korban, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus memantik pertanyaan besar mengenai keamanan di wilayah tersebut.
Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat memberikan informasi apapun yang relevan untuk membantu percepatan pengungkapan kasus ini. Dengan satu orang yang sudah diamankan, meskipun bukan eksekutor, diharapkan benang merah kasus ini akan segera terurai hingga seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. (ES)






