JAKARTA – Hanifah (57), warga Jalan Sanusi, RT 06 RW 13, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, panik setelah rumahnya tiba-tiba ambles pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Saat itu, Hanifah sedang hendak mengambil wudu untuk salat sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun, dia melihat ubin rumahnya mulai retak. Tak lama kemudian, bagian rumah langsung ambruk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pas ngelihat jam 10 (malam). Saya salat tuh ngambil wudu. Pas ngambil wudu, eh kok ini ubin saya retak-retak. Saya berbalik begitu, langsung ambruk,” kata Hanifah kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Sabtu (3/10/2026).
Melihat bangunan rumah ambruk, Hanifah langsung membangunkan anak dan cucunya yang berada di dalam rumah.
Dia meminta mereka segera keluar karena khawatir bangunan kembali ambruk.
“Saya teriakin, ‘Bangun! Bangun tuh cucu pada bangun-bangunin!’ Kata saya, ‘Keluarin, takut rumahnya ambruk’,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Hanifah mengatakan, sebelum ambruk, bagian lempengan kanopi sudah terdengar retak dan mengeluarkan bunyi seperti hendak runtuh.
“Iya, bagusnya (tidak ada korban). Karena di lempengan kanopi itu udah retak-retak begitu, kerutuk-kerutuk begitu,” ungkapnya.
Mengungsi ke rumah kakak
Akibat kejadian tersebut, Hanifah dan keluarganya untuk sementara mengungsi ke rumah kakaknya.
Hanifah tinggal bersama suami, anak, menantu, dan cucunya.
Dia menduga kondisi rumah terdampak setelah bagian pondasi di sekitar rumah digali dan didalami dalam pekerjaan proyek.
Hanifah bersama suaminya kemudian meminta pihak pelaksana proyek memperbaiki kondisi bangunan.
“Ya, saya sama bapak minta ganti rugi, karena pondasinya itu digaruk (digali), didalemin,” tuturnya. (ES)






