JAKARTA – Pagi yang berkejaran dengan waktu, setumpuk pekerjaan menanti, dan KRL Commuter Line adalah andalan. Namun, bayangkan jika rutinitas harian Anda diusik oleh kendala tak terduga: fasilitas stasiun yang krusial malah bermasalah. Inilah yang dialami para penumpang KRL di Stasiun Duri, Jakarta Barat.
Eskalator yang menjadi akses vital menuju Peron 5 Jalur Tangerang hingga kini masih dalam tahap perbaikan. Meski sudah beberapa waktu berlalu sejak insiden yang bikin geger, masih saja ada penumpang yang ‘kecele’ atau terkejut saat hendak menggunakannya. Akhirnya, mereka harus memutar balik dan menggunakan tangga manual yang tentu saja membutuhkan tenaga ekstra, apalagi jika membawa barang bawaan atau bepergian bersama anak-anak.
Petugas Sigap, Penumpang Berharap Cepat Normal
Dari pantauan di lokasi, tepatnya pada Minggu, 4 Oktober 2026, suasana Stasiun Duri tetap ramai seperti biasa. Namun, di area eskalator, pemandangan berbeda terlihat. Beberapa penumpang yang terlanjur melangkah mendekat, terlihat menghela napas saat menyadari eskalator tersebut ditutup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untungnya, kesigapan petugas KAI Commuter patut diacungi jempol. Dengan pengeras suara, suara mereka terdengar rutin memberikan imbauan dan arahan. “Tujuan Tangerang silakan bisa menggunakan tangga manual, eskalator sedang dalam tahap perbaikan,” begitu imbauan yang terus menerus terdengar, memastikan tidak ada lagi penumpang yang salah arah. Petugas juga bersiaga penuh di dekat area perbaikan, siap membantu dan mengarahkan setiap penumpang yang masih bingung.
Para penumpang pun akhirnya berjalan menuju tangga manual yang lokasinya persis di depan eskalator yang rusak. Momen ini bukan hanya soal kendala fisik, tapi juga tentang kesabaran dan harapan. Harapan agar perbaikan bisa segera rampung dan fasilitas penunjang transportasi umum ini bisa berfungsi kembali secara normal.
Mengingat Kembali Insiden Mengerikan: 12 Orang Terluka
Gangguan pada eskalator ini bukan tanpa sebab. Perbaikan yang berlangsung saat ini adalah respons terhadap insiden yang cukup mengkhawatirkan. Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 07.45 WIB, eskalator di Stasiun Duri tiba-tiba bergerak mundur secara tidak terduga. Kejadian ini sontak menimbulkan kepanikan dan melukai sejumlah penumpang.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 12 orang mengalami luka-luka. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, 10 orang merupakan penumpang dewasa dan dua lainnya adalah anak-anak. Penanganan medis pun segera dilakukan untuk seluruh korban.
Lima orang dari korban luka dirujuk ke RS Duta Indah untuk penanganan lebih lanjut, sementara dua orang lainnya menjalani observasi. Kabar baiknya, lima orang korban lainnya setelah mendapatkan penanganan awal, sudah bisa melanjutkan perjalanan mereka. “Kami akan terus memastikan kondisi seluruh pengguna tersebut serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan,” tegas Karina, menunjukkan komitmen KAI Commuter terhadap keselamatan dan kesejahteraan penumpangnya.
Keselamatan dan Kenyamanan: Prioritas Utama
Insiden seperti ini mengingatkan kita akan pentingnya perawatan dan inspeksi rutin pada fasilitas umum, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan banyak orang. Bagi jutaan pengguna KRL setiap hari, eskalator bukan sekadar kemudahan, melainkan bagian integral dari perjalanan yang efisien dan aman.
Sambil menunggu perbaikan tuntas, ada baiknya kita sebagai penumpang tetap waspada dan selalu memperhatikan imbauan dari petugas. Kesabaran dan pengertian kita juga sangat membantu kelancaran proses perbaikan. Semoga saja, eskalator Stasiun Duri bisa segera berfungsi normal, membawa kembali kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna setia KRL Commuter Line. (ES)






